Berita

Anggota DPR Fraksi Golkar, Robert J. Kardinal. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

DPR Ingatkan Erick Thohir Jangan Alpa Urus Pemuda

JUMAT, 19 SEPTEMBER 2025 | 05:11 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

DPR meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir tidak hanya fokus pada pengembangan olahraga, tapi juga konsen dalam peningkatan peran pemuda. 
 
“Kami menanti terobosan beliau dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk berperan aktif di bidang sosial, politik, ekonomi, dan kreativitas,” kata Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 18 September 2025.

Politikus Golkar itu menegaskan Komisi X selalu siap bersinergi memastikan implementasi Undang-Undang Keolahragaan dan UU Kepemudaan. Sekaligus mendorong program strategis yang menjadikan pemuda motor pembangunan dan olahraga Indonesia bisa berprestasi di tingkat dunia.


Karena itu, dia mewanti-wanti Menteri Erick jangan hanya fokus pada kemajuan olahraga semata, namun juga kemajuan pemuda Indonesia yang jumlahnya mencapai 51,84 juta jiwa atau mencapai 20 persen dari total penduduk Indonesia. 

“Jadi harus proporsional dalam menjalankan program kepemudaan dan keolahragaan, sesuai jumlah sumber daya manusia yang diperhatikan. Mudah-mudahan kita  tidak melewatkan bonus demografi kita, dengan memaksimalkan potensi para pemuda ini,” pungkasnya.

Hal senada dilontarkan politisi senior Fraksi Golkar DPR Robert J. Kardinal. Berdasarkan pengamatannya selama ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga hanya selalu menjadikan olahraga sebagai program utama Kementerian. 

“Sementara untuk kegiatan kepemudaannya, pengembangan generasi mudanya ditinggal,” ujar Robert yang pernah duduk di Komisi X DPR pada periode 2019-2024 ini.

Untuk itu, dia menaruh harapan besar di era Menteri Erick, kegiatan kementerian dapat lebih memprioritaskan pada pengembangan kepemudaan. Atau paling tidak, antara program kepemudaan dan olahraga berimbang. 

“Jadi jangan lagi seperti yang lalu-lalu, (program pengembangan) kepemudaannya nggak diurus. Generasi muda kita dibiarkan begitu saja tanpa campur tangan Pemerintah,” tegasnya.

Selama ini publik sering mengidentikkan Kemenpora dengan urusan atlet, turnamen, dan fasilitas olahraga. Padahal, kementerian ini punya mandat ganda: mengurus pemuda sekaligus olahraga. Dua kata yang sama-sama penting, namun kerap timpang perhatian.

Robert menegaskan, Indonesia saat ini berada di puncak bonus demografi dimana lebih dari 51 juta juta jiwa penduduk kita adalah generasi muda. Di tangan merekalah masa depan politik, ekonomi, dan sosial bangsa dipertaruhkan. 

“Kemenpora harus menyadari, pemuda tidak hanya butuh lapangan untuk berolahraga, tetapi juga ruang untuk berdaya, berkreasi, dan berkontribusi,” imbuhnya.

Program kepemudaan, sambung anggota Komisi IV DPR ini, harus lebih digalakkan sebagai langkah nyata Pemerintah untuk mencetak generasi mandiri dan visioner. 

Kendati olahraga tetap menjadi wajah paling terlihat, Kemenpora harus memperluas orientasi. Misalnya dengan dukungan terhadap komunitas kreatif digital, inkubasi startup anak muda, hingga gerakan pemuda peduli lingkungan dan desa.

“Dalam konteks ini, Kemenpora harus berperan sebagai fasilitator dalam menyediakan pelatihan, jaringan, hingga akses pendanaan. Kemenpora harus mampu melahirkan ‘atlet sosial’ dan ‘atlet perubahan’ di berbagai bidang,” tukasnya.

Diakui Robert, hal ini tidak mudah.  Sebab politik anggaran selama ini lebih banyak terserap untuk mendukung event olahraga besar ketimbang membina komunitas anak muda di daerah. 

“Di sinilah Kemenpora diharapkan hadir, bukan hanya mengurusi piala, tapi juga masa depan,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya