Berita

Anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. Hj. Novita Wijayanti. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Fraksi Gerindra MPR Tekankan Empat Pilar sebagai Perisai Bangsa

Di Tengah Arus Perubahan Global
JUMAT, 19 SEPTEMBER 2025 | 01:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Dr. Hj. Novita Wijayanti, menegaskan bahwa penguatan pemahaman masyarakat mengenai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI) menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus perubahan global dan kompleksitas persoalan nasional.

Hal ini disampaikan Novita dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Daerah Pemilihannya, Jawa Tengah VIII, meliputi Banyumas dan Cilacap.

Menurut Novita, bangsa Indonesia saat ini menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ketidakpastian ekonomi global, perkembangan teknologi informasi, hingga munculnya isu sosial seperti polarisasi, disinformasi, radikalisme, dan intoleransi menjadi tantangan yang harus disikapi dengan bijak. 


"Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa menggerus persatuan bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI sangat penting untuk memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Novita dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 18 September 2025.

Ia menekankan empat pilar itu bukan hanya simbol, melainkan fondasi yang harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebangsaan, rasa cinta tanah air, dan kesadaran menjaga persatuan di tengah keberagaman. Sosialisasi ini juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara wakil rakyat dengan masyarakat,” tambah anggota Komisi V DPR tersebut.

Novita juga menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar MPR RI memiliki maksud strategis untuk memperkuat jati diri bangsa yang mulai tergerus arus globalisasi. 

Setidaknya, ada tiga tujuan umum yang ingin dicapai, yakni memberikan pemahaman komprehensif tentang arti penting Empat Pilar, menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya informasi digital, serta membangun kesadaran kolektif akan tanggung jawab bersama menjaga keutuhan NKRI.

Secara khusus, sambung Novita menuturkan bahwa kegiatan ini juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat pemahaman tentang UUD 1945, meneguhkan komitmen mempertahankan NKRI, serta mendorong pengamalan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. 

"Kami juga ingin meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap isu-isu negatif seperti intoleransi, radikalisme, hoax, dan provokasi politik,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Novita juga mendapat sejumlah pertanyaan dari para peserta yang hadir. Seorang perwakilan pemuda menanyakan bagaimana cara generasi muda bisa mengamalkan Pancasila di tengah derasnya pengaruh media sosial. 

Menanggapi hal ini, ia menegaskan bahwa anak muda harus menjadi teladan dalam menggunakan media sosial secara bijak, seperti menjaga sopan santun, menyebarkan informasi benar, dan memanfaatkannya untuk hal produktif.

Sementara itu, perwakilan organisasi perempuan menyoroti peran kaum ibu dalam pengamalan Empat Pilar. Menurut Novita, perempuan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini di lingkungan keluarga. 

"Sebagai pendidik pertama, perempuan bisa menanamkan sikap toleransi, disiplin, kejujuran, dan cinta tanah air kepada anak-anaknya," sebut Novita.

Oleh karena itu, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, terutama dalam memberikan pencerahan menghadapi tantangan kebangsaan saat ini.

Sehingga, Novita mengatakan, penguatan Empat Pilar bukan hanya sekadar program formal, melainkan kebutuhan nyata untuk memperkokoh persatuan bangsa. 

"Kebersamaan dalam mengamalkan Empat Pilar adalah kunci agar Indonesia tetap kokoh menghadapi dinamika zaman,”pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya