Berita

Anggota DPD asal Papua Paul Finsen Mayor. (Foto: Antara)

Politik

Paul Finsen Mayor:

Prabowo Harus Respons Pernyataan Ketua Sinode GKI Tanah Papua

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025 | 17:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Prabowo Subianto didorong membuka peluang dialog dengan Ketua Sinode Gereja Kristen Injil (GKI) Tanah Papua, Pendeta Andrikus Mofu yang mengeluarkan pernyataan menyesal atas keputusan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian disampaikan Anggota DPD asal Papua Paul Finsen Mayor melalui keterangan elektronik di Jakarta, Kamis 18 September 2025. 

"Pernyataan Andrikus Mofu bukan sekedar terkait persoalan PSU Pilkada Papua, namun harus dicermati dan diterjemahkan secara lebih luas bahwa ada persoalan di Papua," kata Paul.


Paul mengatakan, pernyataan Ketua Sinode GKI Tanah Papua jangan dipandang secara sempit. Artinya ada rentetan peristiwa dan akumulasi masalah yang sedemikian besar hingga membuat masyarakat Papua kecewa.
 
Paul yang merupakan anggota Komite I DPD bidang politik, pemerintahan, hukum, HAM, pertahanan dan keamanan itu menyarankan Pemerintah Pusat berhati-hati dalam memperlakukan Papua.

"Yang bersuara adalah Sinode GKI Tanah Papua dengan jumlah jemaat hingga jutaan. Di mana Ketua Sinode GKI pertama yang saat itu menyerukan gabung Indonesia," kata Paul.

Untuk itulah, Paul mendesak Presiden Prabowo merespons cepat dengan mengajak Ketua Sinode GKI Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu dialog. 

"Dikhawatirkan pernyataan tersebut menjalar hingga akar rumput yang memicu permasalahan lebih besar lagi," kata Paul.

Dalam video yang beredar di media sosial, Pendeta Andrikus Mofu menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan bergabung dengan NKRI.

Hal ini disampaikan Pendeta Andrikus Mofu saat berorasi di depan Gedung Sinode GKI Tanah Papua di Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua pada Rabu 17 September 2025.





Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya