Berita

Ilustrasi Shell. (Foto: Bloomberg)

Bisnis

DPR Ingatkan Kelangkaan BBM Nonsubsidi Bisa Rugikan Iklim Investasi

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025 | 15:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kelangkaan BBM nonsubsidi di SPBU swasta yang belakangan marak terjadi disorot Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar.

Menurutnya, persoalan ini harus segera ditangani serius oleh pemerintah karena dampaknya tidak hanya mengganggu pelayanan publik, tetapi juga berpotensi merusak iklim investasi.

“Sejak izin impor BBM diubah dari satu tahun menjadi enam bulan, ditambah kewajiban laporan tiga bulanan, SPBU swasta makin sulit mengelola stoknya. Akibatnya pasokan sering tersendat bahkan kosong,” ujar Gunhar di Jakarta, Kamis, 18 September 2025.


Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, kebijakan yang diambil Kementerian ESDM harus mempertimbangkan ketersediaan BBM, iklim investasi, yang berujung pada nasib para pekerja. 

Gunhar juga menyoroti kebijakan Menteri ESDM yang meminta SPBU swasta membeli stok dari PT Pertamina (Persero). Langkah itu dinilai malah berpotensi menggerus keuntungan mereka, yang tidak baik bagi keberlangsungan investasi.

"Saat ini pemain swasta di sektor BBM hanya ada Shell, BP-AKR, Vivo, dan Exxon Mobil. Dengan jumlah SPBU sekitar 450, atau sekitar 5 persen dari jumlah SPBU Pertamina. Kehadiran mereka turut membuka lapangan kerja, dan membuat pelayanan Pertamina lebih kompetitif," katanya.

Lebih lanjut, Gunhar mengingatkan pentingnya iklim investasi yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia, kata dia, butuh investasi hingga US$650 miliar untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen di era pemerintahan Prabowo Subianto.

“Target itu mustahil tercapai kalau pemerintah sendiri mengirim sinyal negatif kepada investor,” paparnya.

Maka dari itu Gunhar menegaskan, deregulasi harus menjadi prioritas agar investasi tumbuh dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita mendukung penuh kebijakan presiden Prabowo untuk meraih pertumbuhan ekonomi 8 persen. Untuk itu pemerintah harus serius memperbaiki iklim usaha, aturan harus dipermudah, bukan dipersulit,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya