Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melihat-lihat hasil kerajinan di Pameran IFFINA 2025, ICE BSD, Rabu 17 September 2025 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Menko Airlangga: Negara Lain yang Subtropical Harusnya Sulit Tandingi Indonesia

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025 | 14:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah terus mendorong industri furnitur nasional agar makin kuat dan berdaya saing. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, industri furnitur nasional yang berpotensi besar di pasar internasional patut untuk terus dikembangkan dan mendapat dukungan. 

Menurutnya, dengan bahan baku lokal yang melimpah dan kreativitas desain yang tinggi, industri ini terbukti mampu bertahan menghadapi tantangan global.


"Saya selalu bilang industri ini adalah industri yang berbasis sumber daya dari dalam negeri. Dan kita punya kayu-kayu unik karena negara tropical. Tentu negara lain yang subtropical agak sulit harusnya bertanding dengan kita," kata Airlangga, saat ditemui di pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia+ (IFFINA+) 2025, ICE BSD, Tangerang, baru-baru ini, dikutip Kamis 18 September 2025.

Ia mengungkapkan industri furniture pada kuartal kedua tahun ini tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Tentu industri furnitur ini harusnya menjadi industri andalan berbahan baku lokal, punya daya beli masyarakat lokal yang juga kuat," jelas Airlangga menambahkan.

Furnitur merupakan industri padat karya yang tidak hanya menyerap banyak tenaga kerja, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah tinggi. 

"Produk furnitur Indonesia bukan sekadar komoditas, melainkan produk yang merepresentasikan karya seni dan kreativitas bangsa," ujar Airlangga.

Guna memperluas akses pasar, pemerintah terus memperkuat kerja sama ekonomi internasional. 

"Pada akhir September nanti, Indonesia akan menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa. Kesepakatan tersebut akan membuka akses hingga 80 persen produk Indonesia, termasuk furnitur, ke pasar Eropa dengan tarif nol persen" papar Airlangga.

Dari sisi dukungan domestik, pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan untuk memperkuat daya saing industri furnitur. Salah satunya melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) padat karya, dengan subsidi bunga sebesar lima persen untuk pembiayaan investasi hingga tujuh sampai 10 tahun.

Skema ini ditujukan agar pelaku usaha, terutama UKM, dapat melakukan restrukturisasi mesin dan meningkatkan kapasitas produksi.

"Jadi dengan perbaikan daripada permesinan, dengan bahan baku yang ada di dalam negeri, saya meyakini bahwa industri ini punya daya saing yang kuat dan pasarnya terbuka lebar," ujarnya. 

Pameran IFFINA+ 2025 berlangsung selama empat hari, yaitu 17 hingga 20 September 2025.

Pameran ini diselenggarakan oleh Asmindo bekerja sama dengan PT Mahala Imaji Kreasi. IFFINA+ 2025 tampil dengan konsep visioner bertajuk 'Story of Origin' yang membawa misi menjadikan Indonesia sebagai pusat tren kultur, desain, furnitur, dan kerajinan dunia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya