Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Tekno

Orangtua di AS Desak Parlemen Lindungi Anak dari Bahaya Chatbot AI

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025 | 12:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiga orang tua yang anaknya meninggal atau dirawat di rumah sakit setelah berinteraksi dengan chatbot kecerdasan buatan (AI) mendesak Kongres Amerika Serikat untuk membuat aturan ketat. 

Mereka hadir dalam sidang Senat pada Selasa, 16 September 2025, yang membahas bahaya penggunaan chatbot bagi anak-anak.

“Chatbot membutuhkan rasa moralitas yang tertanam di dalamnya,” kata Matthew Raine, yang menggugat OpenAI setelah putranya Adam bunuh diri di California usai menerima instruksi terperinci tentang cara melukai diri sendiri dari ChatGPT, dikutip dari Reuters, Rabu 17 September 2025.


“Masalahnya sistemik, dan saya yakin mereka bisa memperbaikinya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ChatGPT dengan cepat menutup jalur percakapan lain yang tidak melibatkan tindakan menyakiti diri sendiri.

OpenAI menanggapi dengan menyatakan akan meningkatkan perlindungan ChatGPT, yang dinilai bisa menjadi kurang andal dalam interaksi panjang. Perusahaan itu mengatakan akan mulai memprediksi usia pengguna agar anak-anak diarahkan ke versi chatbot yang lebih aman.

Sidang dipimpin Senator Josh Hawley dari Partai Republik. Bulan lalu, ia meluncurkan investigasi terhadap Meta setelah laporan Reuters menyebut kebijakan internal perusahaan itu memungkinkan chatbot mereka “melibatkan anak dalam percakapan yang romantis atau sensual.” 

“Meta diundang untuk bersaksi di sidang tersebut dan menolak,” kata kantor Hawley. 

Meta sendiri menyebut laporan itu keliru dan menegaskan bahwa contoh yang disebut Reuters telah dihapus.

Megan Garcia, yang menggugat Character.AI atas interaksi yang menurutnya menyebabkan putranya, Sewell, bunuh diri, juga bersaksi di sidang. 

“Kongres dapat memulai dengan regulasi untuk mencegah perusahaan menguji produk pada anak-anak kita,” kata Garcia.

“Kongres harus melarang perusahaan mengizinkan chatbot terlibat dalam percakapan romantis atau sensual dengan anak-anak, dan memerlukan verifikasi usia, pengujian keselamatan, dan protokol krisis," tambahnya.

Seorang perempuan dari Texas, yang menggunakan nama samaran, juga bersaksi setelah putranya dirawat di rumah sakit akibat interaksi dengan chatbot. Kasusnya dialihkan ke jalur arbitrase atas permintaan perusahaan. 

Pada Senin, Character.AI kembali digugat, kali ini di Colorado, oleh orang tua anak berusia 13 tahun yang meninggal karena bunuh diri pada 2023.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya