Berita

Ilustrasi emas (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Dunia Merosot Hampir 1 Persen usai The Fed Pangkas Suku Bunga

KAMIS, 18 SEPTEMBER 2025 | 07:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas jatuh hampir 1 persen, setelah sempat mencapai rekor tertinggi. 

Pasar mencerna pernyataan Chairman Federal Reserve Jerome Powell setelah bank sentral Amerika itu memangkas suku bunga acuan.

The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menandai pemotongan pertama tahun ini setelah jeda sejak Desember lalu, menyusul tiga kali penurunan sepanjang 2024. Bank sentral juga memberi sinyal penurunan bertahap suku bunga hingga akhir tahun. Namun, Powell menekankan bahwa prospek kebijakan moneter tetap akan ditentukan dari rapat ke rapat.


Emas spot turun 0,9 persen menjadi 3.658,25 Dolar AS pada perdagangan Rabu 17 September 2025,  setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor 3.707,40 Dolar AS. 

Meski terkoreksi, harga emas masih mencatat kenaikan hampir 6 persen sepanjang September.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup melemah 0,2 persen menjadi 3.717,8 Dolar AS per ons.

Emas kerap diminati saat suku bunga turun karena opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil ini menjadi lebih rendah.

Harga logam mulia lainnya ikut melemah. Perak turun  cukup dalam, 2,4 persen menjadi 41,51 Dolar AS per ons. Platinum terkoreksi 2,2 persen ke 1.360. Paladium jatuh 2,6 persen menjadi 1.145,44 Dolar AS.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya