Berita

Belasan Badan Eksekutif Mahasiswa berbagai kampus berdialog dengan Partai Golkar, Rabu, 17 September 2025. (Foto: RMOL/Raiza Andini)

Politik

Mahasiswa Tantang Nyali Golkar Evaluasi Kapolri dan Reformasi Parpol

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 21:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus berdialog dengan sejumlah elite Partai Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu malam, 17 September 2025.

Dalam dialog tersebut, salah satu perwakilan BEM Universitas Trisakti, Wildan Hussein Firdaus menagih janji DPR soal penyelesaian RUU Perampasan Aset yang masih terganjal pemberlakuan KUHP baru pada awal tahun 2026.

"Kami menagih janji Komisi III, jangan sampai kita punya RUU KUHP tapi KUHP-nya belum ada. Lalu bagaimana perwujudan dari material pidana itu? Ini perlu dipertegas," ucap Wildan di hadapan para legislator Senayan dari Fraksi Golkar.


"RUU Perampasan Aset menjadi hal yang penting, tapi jangan sampai jadi pedang bermata dua. Terlalu banyak pengecualian, terlalu banyak hal-hal yang dikesampingkan," sambungnya.

Selain dari Trisakti, hadir pula perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an, Universitas Ibnu Chaldun, Hima Kosgoro, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Universitas Bina Nusantara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Gunadarma, Universitas Nasional, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Golkar menghadirkan penanggap Sekjen Partai Golkar Sarmuji, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono, Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah, dan Anggota Komisi XIII DPR, Agun Gunandjar Sudarsa.

Dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Muhammad Iqbal Ramdhani mendesak Fraksi Golkar segera melakukan reformasi partai politik. Reformasi ini penting karena partai politik seakan mudah diatur pemerintah, bukan bekerja atas dasar aspirasi rakyat.

"Bagaimanapun hari ini yang duduk di legislatif dan pemerintah itu dari partai politik. Kalau kita mengusut (amanat) UU 2/2011 terkait partai politik itu tidak dijalankan partai," kritik Iqbal.

Hal lain yang dibahas mahasiswa adalah kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapoldi Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Perwakilan Universitas Ibnu Chaldun, Miftahul Rohman menilai Polri tak mampu menjadi pelindung masyarakat ketika menyampaikan aspirasi.

"Kami mendesak Komisi III DPR, khususnya para anggota Fraksi Golkar tidak ragu menggunakan hak pengawasan untuk panggil Kapolri, minta pertanggungjawaban dan adil seadil-adilnya," demikian Miftahul Rohman.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya