Berita

Anggota Komisi IV DPR RI F-Nasdem Arif Rahman (Foto: Tangkapan layar YouTube DPR)

Politik

Legislator Nasdem Soroti Kecilnya Alokasi Anggaran Konservasi Laut dan Blue Carbon

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 14:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kecilnya alokasi anggaran untuk konservasi laut dibandingkan program lain di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman.

Arif Rahman menilai sebagian besar dana (lebih dari Rp6 triliun) terkonsentrasi pada Ditjen Perikanan Tangkap dan Ditjen Perikanan Budidaya lebih dari Rp1 triliun. Sedangkan konservasi laut, tata ruang, dan program karbon biru/blue carbon hanya sekitar Rp200 miliar.

“Distribusi anggaran yang besar pada produksi memang penting, tetapi konservasi, tata ruang, dan program karbon biru tidak boleh tertinggal. Bagi NasDem, laut harus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus tetap sehat untuk generasi mendatang,” tegas Arif kepada wartawan, Rabu 17 September 2025. 


Anggota DPR asal Dapil Banten I itu menyatakan dukungannya terhadap Rencana Kerja Anggaran (RKA) KKP Tahun 2026, selama bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

“Kami mendukung penuh RKA KKP Tahun 2026, sepanjang demi meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir, mendorong daya saing produk kelautan dan perikanan di pasar global, serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut melalui prinsip ekonomi biru,” ungkapnya.

Ditegaskannya, Fraksi NasDem juga mencatat bahwa pagu anggaran KKP untuk Tahun 2026  sebesar Rp13 triliun, memberikan peluang besar untuk memperkuat kemandirian sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Selain itu, Fraksi NasDem memberikan apresiasi terhadap beberapa program prioritas KKP, seperti pembangunan 250 Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak rakyat, dan percepatan pergaraman nasional. 

“NasDem menyatakan dukungan penuh terhadap Kampung Nelayan Merah Putih sebagai langkah untuk meningkatkan ekonomi nelayan, mengingat 25% dari penduduk miskin Indonesia berasal dari kelompok nelayan,” kata Arif Rahman. 

Meski begitu, Legislator Nasdem ini mengharapkan program kampung nelayan juga harus berkeadilan dan tidak hanya menyentuh masyarakat pesisir. 

“Tapi juga dirasakan oleh nelayan yang tidak berada di garis pantai seperti di kawasan danau dan perikanan darat lainnya,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya