Berita

Logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

Agus Suparmanto Layak Pimpin PPP

OLEH: DR ZAKARIA H LUBIS*
RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 14:37 WIB

PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) kembali berada di persimpangan jalan. Menurunnya elektabilitas, konflik kepemimpinan, serta melemahnya soliditas kader membuat partai berlambang Ka’bah ini dipandang perlu segera melakukan perubahan besar.

Menjelang Muktamar X PPP yang akan digelar dalam waktu dekat, sejumlah nama mulai disebut layak menjadi ketua umum baru, salah satunya Agus Suparmanto.

Agus Suparmanto dikenal luas sebagai pengusaha sukses dan politisi berpengalaman. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI dalam Kabinet Indonesia Maju. Rekam jejaknya yang bersih dan kepemimpinannya yang profesional dinilai cocok untuk memimpin PPP keluar dari krisis.


“Muktamar tidak boleh ada yang namanya 'nyuwun sewu' transaksional. Kami ingin semuanya dilakukan dengan baik," kata Wagub Jawa Tengah Taj Yasin, putra almarhum Mbah Moen.

Taj Yasin berharap kepemimpinan baru PPP kelak bisa memperjuangkan hak-hak rakyat serta mengedepankan nilai-nilai keislaman. Lebih jauh, dia ingin PPP bisa kembali tampil signifikan di kancah politik nasional dengan memiliki kursi di parlemen.

Selain integritasnya yang terjaga, Agus juga dinilai memiliki jejaring luas di dunia usaha maupun politik nasional.

Hal ini bisa menjadi modal besar bagi PPP untuk membangun kembali citra sebagai partai Islam modern yang inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kader di tingkat daerah pun menyuarakan harapan yang sama. Mereka menilai Agus memiliki kemampuan memadukan visi keumatan dengan gagasan konkret dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Salah satunya, DPW PPP Jawa Tengah yang mendukung Agus sebagai calon ketua umum PPP.

“DPW Jateng merasa plong setelah setahun lebih mencari figur ketua umum PPP untuk Kuktamar akhir September ini dan akhirnya menemukan sosok Agus,” kata Ketua DPW PPP Jateng Masruhan.

Di sisi lain, kepemimpinan Agus diyakini dapat mendorong kemandirian ekonomi partai. Latar belakangnya sebagai pengusaha sukses dianggap mampu membawa pola manajemen keuangan yang sehat, transparan, dan tidak bergantung pada segelintir donatur.

Dengan begitu, PPP bisa lebih fokus memperjuangkan aspirasi rakyat tanpa beban kepentingan tertentu.

Banyak pihak menilai, Muktamar mendatang akan menjadi momentum penting bagi PPP.

Jika partai ini salah memilih pemimpin, maka bukan tidak mungkin PPP semakin kehilangan relevansi di panggung politik nasional.

Namun, bila memilih figur yang tepat, PPP berpeluang bangkit dan kembali menjadi kekuatan politik umat Islam.

Dukungan kepada Agus juga datang dari ketua Majelis Pertimbangan PPP.

“Kami memberikan dukungan sepenuhnya kepada H Agus Suparmanto sebagai ketua umum DPP PPP masa bakti 2025-2030," kata Ketua Majelis Pertimbangan PPP, M Romahurmuziy dalam keterangan yang diterima, Selasa 16 September 2025.

Politikus yang biasa dipanggil Romy itu memberi tahu bahwa para ulama, tokoh senior, dan pengurus DPW PPP siap secara fisik dan mental untuk mendukung Agus dalam Muktamar X PPP.

Dengan kombinasi pengalaman, integritas, dan visi kebangsaan yang inklusif, Agus kini muncul sebagai salah satu kandidat terkuat Ketua Umum PPP.

Harapan besar pun mengalir dari kader dan simpatisan agar Muktamar kali ini benar-benar menghadirkan pemimpin baru yang mampu membawa PPP keluar dari krisis dan mengembalikannya sebagai rumah besar umat Islam Indonesia.

Selama beberapa tahun terakhir, kepemimpinan PPP diwarnai oleh berbagai pelanggaran terhadap aturan partai.

Banyak kader merasa kecewa karena partai justru kehilangan arah perjuangan. Ketika pucuk pimpinan lebih sibuk mengamankan posisi pribadi daripada memperjuangkan aspirasi umat, maka tidak heran jika suara PPP terus merosot dari pemilu ke pemilu.

Di bawah kepemimpinan lama, PPP tidak hanya kehilangan elektabilitas, tetapi juga kehilangan kepercayaan publik.

Hal ini jelas mengkhawatirkan, sebab partai politik hanya bisa bertahan jika dipercaya oleh rakyat. Tanpa kepercayaan, PPP akan semakin terpinggirkan.

Berbeda dengan kepemimpinan lama, Agus menawarkan sesuatu yang jarang ditemui dalam dunia politik: integritas.

Ia dikenal sebagai politisi bersih yang tidak terseret kasus hukum. Saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI, Agus bekerja dengan tenang, fokus, dan tidak menimbulkan kontroversi yang mencoreng citra pemerintah.

Rekam jejaknya ini menjadi nilai jual utama. PPP yang kini tercoreng oleh konflik internal sangat membutuhkan sosok yang bisa memulihkan marwah partai.

Agus hadir sebagai figur yang bisa mengembalikan PPP kepada politik bermartabat, jauh dari intrik dan pelanggaran aturan. Ia bisa menjadi figur kompromi yang diterima semua faksi.

Dengan kepemimpinannya, PPP berpeluang besar kembali solid. Dan soliditas adalah syarat mutlak jika partai ingin bertahan, apalagi bersaing dalam pemilu mendatang.

*Penulis adalah Dosen Filsafat Universitas Pembangunan Nasional (UPN)

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya