Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Wall Street Terkoreksi jelang Putusan The Fed

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 09:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Wall Street berakhir di zona merah, dalam sesi perdagangan yang berfluktuasi.

Saat ini  investor berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah  125,55 poin atau 0,27 persen menjadi 45.757,90 pada penutupan perdagangan Selasa 16 September 2025 waktu setempat.


S&P 500 terkoreksi 8,52 poin atau 0,13 perseb ke level 6.606,76.

Nasdaq Composite Index melemah 14,79 poin atau 0,07 persen menjadi 22.333,96.

Dari 11 subsektor di S&P 500, enam berakhir di area negatif, dengan sektor utilitas jatuh 1,81 persen dan properti turun 0,66 persen.

Data ritel Amerika Serikat yang dirilis Selasa menunjukkan kenaikan penjualan lebih besar dari perkiraan pada Agustus, namun tidak banyak mengubah ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga.

Perhatian investor juga tertuju pada dinamika internal the Fed.

Senat Amerika telah mengesahkan penunjukan penasihat ekonomi Gedung Putih, Stephen Miran, sebagai anggota Dewan Gubernur Fed, sementara upaya Presiden Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur Lisa Cook ditolak pengadilan banding.

Saham UnitedHealth Group jatuh 2,3 persen. Saham Nvidia juga merosot 1,6 persen setelah laporan menyebut permintaan chip AI baru perusahaan itu melemah di China.

Saham Webtoon Entertainment meroket 39 persen  usai menjalin kesepakatan dengan Disney untuk membangun platform komik digital yang akan menampilkan konten Marvel dan Star Wars.

Saham Oracle juga melesat 1,5 persen setelah Trump menyatakan Amerika dan China mencapai kesepakatan yang memungkinkan aplikasi video pendek TikTok tetap beroperasi di AS.

Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 17,11 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata 20 hari terakhir sebesar 16,31 miliar saham.

Saham Chevron Corp melonjak 1,42 persen

Saham Warner Bros Discovery dan Paramount masing-masing ambles  6,30 persen dan 5,65 persen.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya