Berita

Ketua Persaudaraan Tani-Nelayan Kabupaten Bogor, Supriyatna. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Adu Domba TNI dengan Polri Ancaman Serius Keutuhan Bangsa

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 03:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Persaudaraan Tani-Nelayan Kabupaten Bogor, Supriyatna mengingatkan bahwa fitnah yang diarahkan untuk mengadu domba TNI dengan Polri sangat berbahaya bagi kesinambungan NKRI. 

"Hoax adu domba TNI-Polri merupakan ancaman serius bagi keutuhan bangsa. Kami rakyat kecil tahu persis, TNI bukan hanya tentara yang bersenjata, tapi saudara kami yang selalu hadir membantu di saat sulit. Polri juga sama," ujar Supriyatna dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 16 September 2025.
  
“Dari membangun jalan desa, menjaga panen, hingga membantu nelayan dengan program TNI Masuk desanya (red-TMMD), TNI selalu bersama kami. Karena itu, persatuan TNI-Polri dan rakyat adalah tiang penopang bangsa,” tambahnya. 


Menurut dia, hoax yang diarahkan ke TNI sama berbahayanya dengan meracuni kehidupan rakyat. Fitnah adalah benih busuk yang jika dibiarkan akan tumbuh menjadi pohon perpecahan.

“Hoax itu seperti racun yang merembes ke akar tanaman. Sekali rusak akarnya, habislah panen. Begitu juga kalau TNI dan Polri dipecah belah, maka ketahanan bangsa rapuh. Itu sebabnya kami tegas menolak dan melawan racun bangsa itu,” ungkap dia.

Supriyatna juga mengibaratkan alat kerja rakyat kecil sebagai simbol nilai kebangsaan. Sabit yang mengingatkan pada kerja keras dan kejujuran, jala nelayan yang melambangkan harapan, serta tanah garapan sebagai akar kehidupan. 

“Semua itu hanya bisa terjaga bila persatuan TNI-Polri tetap kokoh,” tegas dia.

“TNI dan Polri itu pagar hidup bangsa. Kalau pagarnya roboh, sawah kami hancur, laut kami kosong, dan rakyat menderita. Maka jangan pernah ada yang mencoba merobohkan pagar itu,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya