Berita

Kolase Kandidat Ketua Umum PPP. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Kandidat Ketum PPP Berebut Restu Istana

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 02:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kandidat Ketua Umum PPP jelang Muktamar X 2025 mulai bermunculan dan menunjukkan dinamika yang masif dalam internal partai.

Sejumlah nama seperti Muhamad Mardiono, Sandiaga Uno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman hingga Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen kerap menghiasi media nasional sebagai caketum PPP.
    
Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan menyatakan sinyal restu dari istana alias Presiden Prabowo Subianto menjadi kunci penting dalam menduduki kursi ketua umum partai politik di Indonesia. 


“Jangan lupa Indonesia sebagai penganut sistem presidensial, meletakkan ‘restu Istana’ menjadi komponen penting dalam peta politik ketua umum partai politik,” ucap Hasyibulloh dalam pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Selasa malam, 16 September 2025. 

Ia menyebut terdapat tiga sosok yang secara frekuensi pemberitaan terlihat intens di media nasional. Ketiga sosok tersebut ialah Muhamad Mardiono, Andi Amran Sulaiman dan Sandiaga Salahudin Uno.

“Menarik untuk juga menyimak mana dari ketiga figur kandidat yang berpotensi meraih restu presiden karena PPP sejatinya kerap menempatkan diri sebagai partai dalam koalisi pemerintahan,” jelasnya. 

Ethical Politics sebelumnya juga merilis hasil riset “Peta Perbandingan Kandidat Ketua Umum PPP Menuju Muktamar X tahun 2025”.

Hasil tersebut menempatkan Mardiono sebagai kandidat yang memiliki peluang besar untuk kembali menjadi ketua umum pada Muktamar X mendatang.
 
“Dari skor analisa peta perbandingan kekuatan kandidat secara obyektif, kami melihat Mardiono unggul sebab punya rekam jejak dalam pengalaman internal PPP yang cukup lama yakni 28 tahun sehingga memahami seluk beluk partai,” ungkap Hasyibulloh. 

Lanjut dia, Mardiono juga dipercaya memegang jabatan bergengsi yakni Wantimpres dan Utusan Khusus di masa Presiden Joko Widodo dan kini kembali menduduki kursi UKP Bidang Pangan di era pemerintahan Prabowo Subianto.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya