Berita

Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Mardiono Masih Ungguli Amran dan Sandi dalam Bursa Caketum PPP

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 23:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Lembaga riset dan penelitian politik, Ethical Politics merilis “Peta Perbandingan Kandidat Ketua Umum PPP Menuju Muktamar X tahun 2025” pada Selasa, 16 September 2025. 

Dalam profil perbandingan kandidat terdapat tiga sosok yang secara frekuensi pemberitaan terlihat masif di media nasional. Ketiga sosok tersebut ialah Plt. Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua Bappilu PPP pada masa Pemilu Legislatif 2024 Sandiaga Salahudin Uno.

Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan menyebut riset ini menggunakan empat instrumen perbandingan, yakni pertama terkait kapabilitas, elektabilitas dan akseptabilitas. 


“Instrumen yang kedua ialah pengalaman partai politik, ketiga manajemen organisasi dan konflik dan yang keempat frekuensi pemberitaan di media online. Hasil perbandingan KEA (Kapabilitas, Elektabilitas,Akseptabilitas) ketiga kandidat memiliki skor yang hampir sama yakni sama-sama dikenal oleh publik, memiliki rekam jejak jabatan yang cukup bergengsi,” ujar Hasyibulloh dalam pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Selasa malam, 16 September 2025. 

Lanjut dia, Mardiono pernah menjabat Wantimpres dan Utusan Khusus Presiden di era Presiden Jokowi dan kini menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pangan di Era Presiden Prabowo, Amran Sulaiman menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Sandiaga Uno menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pernah menjadi Cawapres 2019.

“Dari instrumen pengalaman partai politik, Sandiaga Uno sebelumnya merupakan petinggi Partai Gerindra, dan menjadi kader PPP sejak 14 Juni 2023 dengan jabatan non struktural yakni Ketua Bappilu PPP,” kata pengamat politik jebolan IISIP Jakarta ini.

Sementara, sambung Hasyibulloh, Amran Sulaiman merupakan teknokrat yang independen dan tidak berpartai, sehingga dalam hal ini  Mardiono lebih unggul secara pengalaman Internal di PPP yakni memulai karir dari bawah sebagai pengurus di DPC, hingga menjadi bendahara DPW lalu menjadi Ketua DPW Banten dan pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PPP. Dengan demikian, Mardiono memiliki total 28 tahun mengabdikan diri pada partai berlambang Kabah ini.

“Tim Riset Ethical Politics menemukan fakta bahwa ketiga kandidat Ketua Umum PPP memiliki pengalaman masing-masing dalam manajemen organisasi dan pengelolaan konflik. Amran Sulaiman dikenal tegas dalam memberantas mafia pangan dan pupuk serta kerap melakukan operasi senyap, namun belum memiliki pengalaman menangani konflik internal partai politik,” bebernya.

Sedangkan Sandiaga Uno pernah menghadapi situasi konflik saat isu SARA di Pilgub DKI dan polarisasi saat berkontestasi sebagai Cawapres 2019. 

“Gaya manajemen konflik Sandi cenderung akomodatif dan negosiatif tanpa konfrontasi yang keras, namun karena baru genap 2 tahun menjadi kader PPP, Sandi belum teruji dalam manajemen organisasi dan penanganan konflik internal partai. Mardiono dengan 28 tahun masa pengabdian di PPP telah mengalami sejumlah konflik internal Partai Kabah. Dengan pendekatan kompromi, konsensus dan menjaga harmoni Mardiono berupaya merangkul sejumlah faksi dan berhasil menjaga PPP tetap solid dalam Pileg 2024,” ungkapnya.

Masih kata Hasyibulloh, dari sisi instrumen pemberitaan media online, Ethical Politics membandingkan pemberitaan positif ketiga kandidat dalam dua bulan terakhir, di mana skor Mardiono ialah 90 persen, Andi Amran Sulaiman 80 persen dan Sandiaga Uno 70 persen. 

“Mardiono meraih skor tertinggi dengan pemberitaan positif yang signifikan terutama dukungan untuk kembali menjadi ketua Umum PPP dari Internal partai, disusul dengan Amran Sulaiman dengan pemberitaan positif terkait kinerjanya di sektor pertanian. Namun Amran belum secara tegas mengkonfirmasi apakah dirinya akan maju sebagai kandidat Ketua Umum PPP,” jelasnya.

“Terakhir Sandiaga Uno, mayoritas pemberitaan positif ialah seputar fokus kegiatan ekonomi kreatif dan pariwisata, meski terdapat sejumlah dukungan internal PPP untuk menjadi kandidat Ketua Umum namun belum terdapat pemberitaan terkait kesediaan Sandiaga Uno untuk turut berkontestasi dalam Muktamar X,” tutur dia.

Menurut Hasyibulloh, proporsi skor kandidat Ketum PPP, menghasilkan keberimbangan antara Amran Sulaiman dan Sandiaga Uno yakni 28,1 persen, sementara Muhamad Mardiono meraih skor 43,8 persen. 

“Faktor pengalaman di internal PPP menjadi poin unggul Mardiono dibandingkan kandidat lainnya,” pungkasnya.  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya