Berita

Acara From Fun to Fame: Yupi Good Talent 2025 (Foto: YGT 2025)

Kesehatan

YGT 2025: Anak yang Memiliki Ruang untuk Berekspresi Biasanya Lebih Bahagia

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 15:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setiap orang, khususnya anak-anak, memiliki potensi atau bakat luar biasa yang layak untuk ditampilkan dan dikembangkan. 

Bakat merupakan sebuah kemampuan alami seseorang yang menjadikan mereka berbeda dari orang lain dalam hal sesuatu atau dalam beberapa hal. Bakat juga bisa dimaknai sebagai potensi inteligensi.

Psikolog, Dr. Yasinta Indrianti, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa menyalurkan bakat berperan besar dalam menumbuhkan rasa percaya diri. 


“Mengenali minat dan bakat anak adalah langkah awal yang sangat penting. Lingkungan keluarga maupun sekolah memiliki peran utama dalam mendukung minat dan bakat. Anak yang memiliki ruang untuk berekspresi biasanya lebih bahagia, lebih resilien, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup,” ujar Yasinta, kepada wartawan di Jakarta, dalam acara From Fun to Fame: Yupi Good Talent 2025, Selasa 16 September 2025.

Ia menekankan, bakat bukan sekadar soal prestasi, tetapi juga kunci penting bagi tumbuh kembang anak yang sehat, percaya diri, dan happy. Menyalurkan bakat berperan besar dalam menumbuhkan rasa percaya diri. 

“Mengenali minat dan bakat anak adalah langkah awal yang sangat penting. Lingkungan keluarga maupun sekolah memiliki peran utama dalam mendukung minat dan bakat. Anak yang memiliki ruang untuk berekspresi biasanya lebih bahagia, lebih resilien, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup,” ujar Yasinta. 

Senada, penyanyi Widi Mulia menyampaikan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penentu dalam mengasah bakat anak. 

“Tujuan mengasah bakat bukan tentang menang atau kalah, tetapi bagaimana mengapresiasi daya juang, menumbuhkan rasa percaya diri dan merasa bahagia saat melakukan hal yang mereka cintai. Pendampingan keluarga sangat penting untuk meneguhkan keberanian, melatih semangat, kompetensi dan kreativitas dalam diri anak-anak,” ujar Widi.

Ia pun bercerita bagaimana dukungan keluarga telah membuatnya bisa menyalurkan bakat menyanyinya dan mampu untuk berani tampil di depan umum. 

Marketing Communication Manager, PT. Yupi Indo Jelly Gum, Tbk. Addyono H. Koloway, menegaskan, anak-anak Indonesia bisa menyalurkan bakat mereka melalui Yupi Good Talent (YGT) 2025.

Di acara ini, Yupi memberikan dukungan dan memfasilitasi anak-anak Indonesia yang ingin mengembangkan bakatnya di berbagai bidang seni. 

"Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang layak untuk ditampilkan dan dikembangkan," jelas Addyono.  

Tahun ini merupakan tahun ke-6 YGT diadakan.

Antusiasme masyarakat terhadap acara ini pun menunjukkan bahwa ada banyak anak-anak yang membutuhkan wadah untuk menyalurkan bakatnya. Tercatat, jumlah peserta yang mendaftar mencapai 10.300 peserta.

Tiap peserta berhasil menunjukkan bakat yang luar biasa, dari menyanyi, menari, bermain alat musik dan bakat lain di bidang seni.

Dari jumlah itu, ada 24 peserta terbaik yang berhasil masuk ke Grand Final. Mereka akan menjadi juara di setiap kategori yang dilombakan. 

"Menyalurkan bakat anak berarti memberikan mereka kesempatan untuk tumbuh happy, penuh percaya diri, dan siap berprestasi," ujar  Addyono

YGT 2025 hadir bukan sekadar lomba, tetapi ruang aman dan positif bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, dan membangun keberanian dalam perjalanan tumbuh sehat berprestasi. 

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya