Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 September 2025. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Tiga Dampak Paket Stimulus Presiden Prabowo pada Perekonomian

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 15:07 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Setidaknya ada tiga dampak positif dari paket stimulus 8+4+5 yang digelontorkan Presiden Prabowo Subianto.

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Fithra Faisal merinci ketiga dampaknya adalah penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pertama, penyediaan lapangan kerja. Fithra menjelaskan paket stimulus ekonomi ini merupakan jawaban atas tuntutan masyarakat, terutama terkait penyediaan lapangan kerja dan jaminan bagi pekerja lepas tanpa kontrak kerja.


"Terutama ojol (pengemudi ojek online) yang kemarin mendapatkan concern yang lumayan besar dari Presiden," kata Fithra dalam keterangan tertulis, Selasa 16 September 2025.

Salah satu stimulus dalam 8 inisiatif utama adalah diskon 50 persen iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan untuk pengemudi ojol, ojek pangkalan, sopir, kurir, dan pekerja logistik.

Selanjutnya, program pemagangan 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi, dengan uang saku Rp3,3 juta per bulan.

"Jadi, pemerintah menjamin 20 ribu fresh graduate ini untuk bisa langsung masuk ke sistem melalui pemagangan, sehingga pada akhirnya mereka tidak menjadi sumber daya yang menganggur," ujarnya.

Lalu, ada program padat karya tunai yang dianggarkan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum, serta 5 paket penyerapan tenaga kerja dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto di antaranya:

- Kopdes Merah Putih yang ditargetkan menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja
- Kampung Nelayan Merah Putih yang diharapkan menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja.

"Jadi semua itu difokuskan pada bagaimana pemerintah menjawab tantangan mengenai penyediaan lapangan kerja berkualitas. Dan untuk gig worker, pemerintah menjamin keselamatan kerja mereka," imbuhnya.

Kedua, peningkatan daya beli masyarakat. Fithra menambahkan paket stimulus ini bakal menjaga daya beli, melalui penyaluran bansos beras 10 kg ke 18,3 juta penerima, perluasan PPh 21 yang ditanggung pemerintah untuk pekerja sektor pariwisata.

"Kalau masyarakat diberikan bantuan sosial, ini kan pasti akan mengurangi beban pengeluaran mereka. Kemudian iuran-iuran yang selama ini membebani juga disubsidi oleh pemerintah. Ini akan berdampak pada daya beli masyarakat," jelas Fithra.

Ia menambahkan program cash for work di Kemen PU dan Kemenhub juga bakal menjaga daya beli lewat penciptaan lapangan kerja.

"Itu kan langsung ada proyeknya, menciptakan lapangan kerja. Pastinya berdampak pada daya beli karena mereka punya uang," tuturnya.

Ketiga, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan tembus 5,2 persen pada akhir 2025.

"Seperti yang kemarin terjadi di kuartal II, pertumbuhan ekonomi kita masih bisa dijaga di atas 5,12 persen, salah satunya melalui stimulus yang fokus pada disposable income (pendapatan untuk dibelanjakan)," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya