Berita

Serap aspirasi publik terkait Rancangan Undang-Undang Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU PIP) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. (Foto: dpr.go.id)

Politik

Baleg Serap Aspirasi Publik RUU PIP di UIN Surabaya

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 14:24 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Legislasi (Baleg) DPR menggelar kegiatan serap aspirasi publik terkait Rancangan Undang-Undang Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU PIP) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, pada Senin 15 September 2025.


“Pada intinya hari ini adalah targeting kita, bagian daripada bagaimana penuhi syarat meaningful, partisipasi publik. Jadi kegiatan ini bukanlah sebagai rutinitas belaka,” kata Ketua Baleg DPR, Bob Hasan dikutip dari laman DPR, Selasa 16 September 2025.

Bob Hasan menekankan, keterbukaan menjadi kunci dalam proses dialog ini. Ia mengapresiasi seluruh aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, sekalipun pendapat yang disampaikan mahasiswa itu tidak sepenuhnya menyentuh substansi. Hal itu, menurutnya, tetap bernilai karena mencerminkan keberagaman cara pandang masyarakat. 

Bob Hasan menekankan, keterbukaan menjadi kunci dalam proses dialog ini. Ia mengapresiasi seluruh aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, sekalipun pendapat yang disampaikan mahasiswa itu tidak sepenuhnya menyentuh substansi. Hal itu, menurutnya, tetap bernilai karena mencerminkan keberagaman cara pandang masyarakat. 

“Itulah Pancasila yang universal, luas, dan menjadi milik bangsa kita. Pandangan yang muncul dari mahasiswa adalah bentuk nyata bagaimana Pancasila dihayati secara beragam,” kata Bob Hasan.

Dalam forum tersebut Baleg DPR mendapatkan banyak masukan tentang penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Bob Hasan mengatakan saat ini generasi muda cenderung ingin melihat Pancasila secara praksis, tidak sebatas abstraksi.

“Ini gambaran bahwa anak-anak hari ini ingin Pancasila yang relevan dengan realitas mereka. Tapi tentu juga penting untuk memahami landasan filosofis, sejarah, dan sosiologisnya,” kata politisi Fraksi Gerindra ini.

Lebih lanjut, Bob Hasan menilai masukan dari mahasiswa UIN Surabaya sangat berharga, khususnya dalam melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila dipraktikkan di tengah tantangan global dan arus informasi digital. 

“Mahasiswa menyampaikan pandangan berdasarkan apa yang mereka lihat, bahkan dari media sosial. Mereka melakukan klarifikasi, dan ini mencerminkan karakteristik masyarakat Pancasila yang berbeda dengan negara lain,” kata Bob Hasan.

Menurutnya, demokrasi Indonesia tetap berlandaskan pada nilai Pancasila, bukan pada paham liberal atau bebas tanpa batas. 

“Demokrasi kita ada dalam sila ke-4 dan sila ke-5, tetapi tetap dijaga oleh sila 1, 2, dan 3. Jadi jangan membuat ideologi itu rumit. Ideologi harus dipahami secara sederhana: ide, gagasan, dan logika,” kata Bob Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Edi Subowo menyebutkan masukan dari mahasiswa merupakan cerminan generasi muda yang perlu terus dilibatkan dalam pembentukan kebijakan. 

“Mahasiswa sangat antusias dan masukan-masukannya sangat positif. Bahkan mereka berharap forum-forum seperti ini lebih sering hadir di kampus,” kata Edi.

Disamping itu ia menilai dengan adanya forum diskusi Baleg DPR serap aspirasi di kalangan akademisi menjadi ruang penting untuk mengembalikan fokus pada nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kebangsaan. 

“Kalau terkait dengan nilai-nilai Pancasila, memang semenjak reformasi itu sudah bergeser. Karena itu kita harus fokus kembali untuk memasukkannya dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Edi.



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya