Berita

Menlu Sugiono di KTT Darurat Qatar, Senin, 15 September 2025 (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Menlu Sugiono Serukan Kecaman Kolektif Terhadap Israel di KTT Darurat Qatar

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 11:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan agar negara-negara Arab dan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengeluarkan kecaman kolektif terhadap Israel dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Darurat Arab-Islam yang digelar di Doha, Qatar, pada Senin, 15 September 2025.

Dalam sambutannya, Menlu Sugiono menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam serangan Israel di Doha dan menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap Qatar.

“Kami mengapresiasi ketangguhan Qatar, dan turut berduka cita bagi para korban tewas, mendoakan mereka yang terluka, dan mendoakan kesembuhan yang cepat, serta berdiri bersama Anda di masa sulit ini,” ujar Sugiono di hadapan para pemimpin negara anggota OKI.


Sugiono menegaskan bahwa serangan Israel terhadap Qatar merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan prinsip-prinsip OKI, sekaligus ancaman serius bagi perdamaian kawasan maupun dunia.

“Indonesia mengutuk agresi Israel baru-baru ini terhadap Qatar. Agresi ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan prinsip-prinsip yang mendasari OKI,” tegasnya.

Ia menyebut agresi tersebut bukanlah insiden yang terisolasi, melainkan konsekuensi tragis dari impunitas Israel selama puluhan tahun. Karena itu, Sugiono mendesak agar KTT Darurat ini menghasilkan sikap bersama yang jelas dan tegas.

“KTT ini harus menghasilkan satu tanggapan kolektif yang jelas, berprinsip, dan bersatu. Tidak hanya mengeluarkan kecaman kolektif terhadap Israel, tetapi juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah-langkah tegas guna memastikan akuntabilitas dan mencegah terulangnya kembali,” ucapnya.


Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen pada perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai jalan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.

“Bagi Indonesia, jalan menuju perdamaian abadi tetap tidak berubah: terwujudnya Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, berdasarkan resolusi-resolusi PBB yang relevan,” tuturnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya