Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden RI)

Bisnis

Purbaya Pastikan Paket Stimulus Ekonomi 2025 Tak Perlebar Defisit APBN

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi tahun 2025. 

Paket kebijakan yang diberi nama Stimulus Ekonomi 2025 ini terdiri dari delapan program akselerasi pada 2025, empat program dilanjutkan di program 2026, dan lima program penyerapan tenaga kerja.

Total anggaran stimulus kebijakan ekonomi yang disiapkan untuk tahun 22025 sebesar Rp16,23 triliun.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan paket stimulus perekonomian yang telah diketok palu tersebut tidak akan memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ).

"Daripada ada sisa, kita pakai ke sana. Jadi ini hanya optimalisasi penyerapan anggaran supaya berdampak ke perekonomian tanpa mengubah defisit yang terlalu signifikan," jelas Purbaya dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 15 September 2025.

Purbaya memperkirakan defisit APBN 2025 akan mencapai 2,78 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp638,8 triliun. 

Proyeksi ini lebih besar dari estimasi awal di angka Rp616 triliun atau 2,53 persen dari PDB.

Saat ini anggaran untuk menopang seluruh paket kebijakan ekonomi tersebut dipastikan telah siap untuk dikucurkan. Oleh sebab itu kekhawatiran adanya peningkatan nilai defisit APBN dapat dihindarkan.

"Ini sudah ada uangnya, bukan berarti defisitnya melebar, tapi kita bisa perkirakan berapa setiap tahun penyerapan anggarannya. Karena tahun lalu kan ada sisanya," kata Purbaya.

Lebih jauh Purbaya menjelaskan, anggaran paling besar dalam paket stimulus ekonomi 2025 dialokasikan pada bantuan pangan berupa 10 kilogram (kg) beras untuk periode Oktober-November 2025 sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan anggaran Rp7 triliun.

Purbaya menyebut, pihaknya telah memperkirakan penerimaan yang diserap oleh negara setiap tahunnya untuk dibelanjakan. Dia pun telah menghitung sisa anggaran tahun lalu, sehingga dana tersebut akan dioptimalkan di sisa tiga bulan tahun 2025 agar diserap oleh sistem perekonomian.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya