Ilustrasi. (Foto: kpu.go.id)
Ilustrasi. (Foto: kpu.go.id)
Desakan itu muncul akibat kekecewaan publik terhadap kinerja para wakilnya di institusi pemerintahan yang tidak bisa dilepaskan dengan desain pemilu dan tata kelola partai politik.
“Sistem pemilu yang ada tidak menghasilkan DPR dan pemerintahan yang saling melaksanakan sistem checks and balances secara efektif, melainkan menumbuhkan kroni politik yang saling gotong-royong mempertahankan kekuasaan,” ujar pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay, salah satu yang tergabung dalam koalisi lewat pesan keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 15 September 2025.
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15
UPDATE
Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38
Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20
Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59
Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42
Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21
Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59
Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40
Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13
Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59
Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40