Berita

(Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Nanas-Qu Berkembang dan Sukses Rangkul Ratusan Petani Lewat Pertapreneur Aggregator

SENIN, 15 SEPTEMBER 2025 | 14:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Usaha olahan pangan Nanas-Qu yang menjadi pemenang kedua Pertamina Pertapreneur Aggregator 2024 terus berkembang. 

Nanas-Qu, produk dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero), yakni CV Siwarak Sejahtera Sentosa Food. 

UMKM ini bahkan mampu memberdayakan hampir seribu petani nanas madu di Desa Siwarak, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, meningkatkan lapangan kerja lokal, hingga pengembangan ekonomi dan lingkungan dengan pemanfaatan limbah menjadi barang bermanfaat serta potensi pengembangan desa wisata. 


Pemilik CV SSS Food, Ngudiono menceritakan, semula usahanya berkolaborasi dengan puluhan petani nanas madu. Belakangan, jumlah mitra petani terus bertambah. 

Dampak positifnya, ketika harga anjlok akibat stok yang melimpah saat musim panen tiba, nanas madu milik para petani bisa diserap oleh CV SSS Food.

Menurut Ngudiono, perkembangan usahanya itu turut dipengaruhi program Pertapreneur Aggregator yang diadakan PT Pertamina (Persero). 

“Lewat Pertapreneur Aggregator, saya belajar cara membangun rantai pasokan yang adil untuk petani, mengelola produksi agar lebih efisien, dan meningkatkan penghasilan, bukan hanya untuk saya tapi juga petani,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin 15 September 2025.

Berkat dorongan Pertapreneur Aggregator, kapasitas dan varian produk Nanas-Qu terus berkembang. Dari jus, dodol, manisan, selai, koktail nanas, dan asinan. 

CV SSS Food semula hanya bisa memproduksi 1.200-1.500 cup olahan nanas madu sehari, kini telah lebih dari 5.000 cup, terlebih dengan adanya bantuan alat hibah dari Pertamina.  

Peningkatan produksi memicu bertambahnya tenaga kerja. Awal berdiri pada tahun 2016, Nanas-Qu membutuhkan tiga pekerja tetap. Kini jumlahnya lima kali lipat dan diperkirakan bisa menjadi 30 tenaga kerja lokal pada dua tahun ke depan bisa menyerap 30 tenaga kerja.  

Nanas-Qu juga menggandeng lebih dari 900 petani nanas binaan Ngudiono, untuk menyediakan bahan bakunya. 

Ngudiono optimistis target itu tercapai karena Nanas-Qu telah sampai ke negara lain. Ia pun membidik pasar baru seperti Timur Tengah dan Asia Timur. Di dalam negeri, Nanas-Qu juga memperkuat jalur distribusi di berbagai wilayah, termasuk di Jabodetabek. 

Saat ini, Nanas-Qu membina empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ngudiono berharap jumlah UMKM binaannya bisa meningkat lima kali lipat. 

Terpisah, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyatakan, Pertapreneur Aggregator digagas Pertamina untuk mencetak UMKM aggregator yang merangkul UMKM lain agar bisa naik kelas, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menjaga lingkungan.

"Naik kelas di sini tidak hanya pendapatan saja, tetapi UMKM mampu memperluas jangkauan pemasaran, serta mampu meningkatkan jumlah karyawan, kelompok petani, dan UMKM lain disekitarnya yang mendapatkan manfaat ekonomi,” ujar Fadjar.

Pertapreneur Aggregator, jelasnya, merupakan program berkelanjutan. Seperti Nanas-Qu, yang didampingi hingga mencapai tingkat Go Global, melalui berbagai kelas dan pendampingan eksklusif mulai dari sertifikasi, pusat pelatihan jasa produksi, hingga pendampingan pitching produk untuk ekspor.

Komitmen Pertamina dalam mengembangkan UMKM ini merupakan wujud nyata dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yakni menciptakan pekerjaan layak yang mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Komitmen ini selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya poin ketiga, yaitu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya