Berita

Gerakan Warga Peduli Warga digeber di Jakarta. Gerakan yang dilakukan oleh Aktivis 98 Resolution Network (foto: Istimewa)

Nusantara

Aktivis 98 Galang Solidaritas Lewat Aksi Warga Peduli Warga

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2025 | 14:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gerakan Warga Peduli Warga digeber di Jakarta. Gerakan yang dilakukan oleh Aktivis 98 Resolution Network ini mengajak BUMN, BUMD dan pihak swasta untuk berbagi kepada masyarakat.  

Inisiatif Warga Peduli Warga ini dijalankan atas dasar kesadaran bersama dalam menjawab tantangan pelemahan ekonomi dunia dan gejolak geopolitik. Hal ini ditegaskan Aktivis 98 Resolution Network, Supriyanto dalam siaran pers kepada wartawan, Minggu 14 September 2025.

"Dibutuhkan kepedulian jaring solidaritas sosial dalam bersolidaritas terhadap masyarakat yang rentan secara ekonomi," tegas mantan Wakil Komandan TKN Prabowo Gibran pada Pilpres 2024 yang akrab disapa Antok ini.


98 Resolution Network telah memulai gerakan Warga Peduli Warga di sejumlah titik di Jakarta dengan membagikan sembako kepada warga masyarakat di kampung Tegalparang dan komunitas ojek online (ojol) di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hadir sejumlah aktivis penggagas Gerakan Warga Peduli Warga seperti Haris Rusli Mothy, Supriyanto, Elli Salomo, Wahab Tolahu, Gigih Guntoro, Wignyo Prasetyo, Sulaiman Haikal dan sebagainya. 

 Lebih lanjut Antok menjelaskan, gerakan ini merupakan bentuk solidaritas dan bergotong royong dalam membangun kepedulian terhadap sesama anak bangsa, terutama kepada mereka yang masih rentan secara ekonomi. 

BRI Insurance yang telah berpartisipasi dan bergotong royong dalam Gerakan Warga Peduli Warga juga mendapat dukungan dari Koalisi Ojol Nasional (KON) serta seluruh driver ojol.

"Gotong royong dan saling kerja sama ketika ada yang kesulitan adalah spirit dan cara bangsa kita dalam menjawab setiap masalah sosial dan sudah teruji dalam sejarah ketika masa revolusi sosial 1945. Krisis moneter 98 dan bencana Covid-19, alhamdulillah kita sebagai bangsa Indonesia tetap utuh, tidak terpecah belah," terang Antok. 

Pemerintahan Prabowo-Gibran sampai saat ini terang Antok sedang bekerja secara sungguh-sungguh dalam menciptakan kemandirian, kemajuan, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

"Program-program Pro Rakyat seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan lain-lain dapat menjawab ketimpangan sosial, kerentanan ekonomi dan memutus rantai kemiskinan dengan sinergi tiga pilar Pemerintah, Pengusaha dan Rakyat agar tidak ada kesenjangan yang menyebabkan situasi tidak stabil dan merugikan kita semua,” ucap Antok.

Prinsip partisipasi dan gotong royong yang melibatkan seluruh komponen bangsa lanjut Antok bertujuan untuk melengkapi dan menyempurnakan program jaring pengaman sosial yang dijalankan oleh pemerintah. "Kita bahu membahu untuk kemajuan bangsa dan negara," tambahnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya