Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Fahira Sodorkan Empat Terobosan terkait LPDP Versi Jakarta

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2025 | 14:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mendukung penuh gagasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk meluncurkan program beasiswa dengan model mirip Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Ia  berharap program ini dapat terealisasi karena akan berdampak besar untuk memastikan visi Jakarta sebagai kota global terwujud.

“Jika dijalankan dengan visi, keberpihakan, dan dukungan penuh dari semua pemangku kepentingan, terutama DPRD, LPDP versi Jakarta ini ini akan menjadi motor lahirnya generasi emas Jakarta yang siap bersaing di panggung dunia. Bagi saya, gagasan Gubernur Pramono ini terobosan yang brilian," kata Fahira melalui keterangan elektronik di Jakarta, Minggu 14 September 2025.


Menurut Senator Jakarta ini, bantuan dana pendidikan semacam LPDP versi Jakarta akan memberi dampak besar, salah satunya kualitas sumber daya manusia Jakarta akan meningkat tajam.

Mahasiswa yang berhasil menempuh pendidikan tinggi, terutama di universitas terkemuka, akan membawa pulang ilmu pengetahuan, keterampilan, dan jejaring global yang sangat dibutuhkan kota metropolitan. 

Selain itu, Jakarta akan semakin kompetitif di tingkat regional maupun global, karena mampu menghadirkan pemimpin-pemimpin baru yang berpikir visioner dan memiliki standar internasional.

“Warga Jakarta akan ikut merasakan efek inspiratif dari keberhasilan penerima beasiswa. Kisah mereka akan menjadi teladan bagi generasi muda Jakarta lainnya bahwa kerja keras, ditopang kesempatan yang adil, dapat mengubah nasib keluarga dan bahkan membangun kotanya tercinta.,” ungkap Fahira.

Pengalaman China, lanjut Fahira, bisa dijadikan acuan. Sejak 1980-an, pemerintah China gencar mengirim mahasiswa terbaik ke luar negeri melalui program beasiswa nasional. Hasilnya nyata, yaitu kepulangan para lulusan tersebut membawa ilmu pengetahuan, teknologi, serta jejaring global yang mempercepat industrialisasi dan modernisasi ekonomi China. 

Saat ini, China mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia, salah satunya berkat investasi besar di bidang pendidikan.

Oleh karena itu, setidaknya ada empat strategi yang patut mendapat perhatian agar program LPDP versi Jakarta ini memberi dampak jangka panjang. 

Pertama, seleksi berbasis prestasi dan keberpihakan sosial. Program ini sebaiknya tidak hanya mencari mahasiswa paling pintar, tetapi juga memberi ruang luas bagi anak-anak dari keluarga kurang beruntung. Dengan begitu, program ini benar-benar menjadi instrumen mobilitas sosial, bukan sekadar fasilitas bagi mereka yang sudah mapan.

Kedua, membangun jejaring global yang terarah. Penerima beasiswa perlu diarahkan agar menempuh pendidikan di universitas atau pusat riset yang memiliki reputasi internasional. Hal ini akan menjamin bahwa ilmu dan pengalaman yang mereka bawa pulang adalah yang paling relevan dengan kebutuhan Jakarta ke depan.

Ketiga, menjamin kontribusi balik bagi Jakarta. Program ini sebaiknya tidak berhenti pada pemberian beasiswa. Pemprov DKI Jakarta dapat menyiapkan skema agar lulusan kembali dan mengabdi, misalnya dengan memberi peluang mendirikan startup, membuka jalur riset dengan pendanaan besar, atau menempatkan mereka di posisi strategis di birokrasi, industri, dan sektor publik.

Keempat, membangun ekosistem alumni yang kuat. Para penerima beasiswa ini perlu difasilitasi agar membentuk jejaring alumni yang berfungsi sebagai komunitas pengetahuan, pusat mentoring, dan wadah kolaborasi lintas sektor. Jejaring ini akan menjadi modal sosial berharga yang terus memberi manfaat bagi Jakarta bahkan untuk puluhan tahun ke depan.

“Semoga inisiatif ini tidak hanya membuka jalan bagi generasi muda Jakarta untuk menggapai pendidikan terbaik, tetapi juga memastikan mereka kembali dan berkontribusi nyata bagi kemajuan kota serta kesejahteraan warganya,” pungkas Fahira.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya