Berita

KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono menyambut Satgas Garuda Merah Putih II telah kembali ke Indonesia usai menjalani misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Sabtu, 13 September 2025. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Pertahanan

Tiga Pesawat Rafale Mendarat di Indonesia Awal 2026

MINGGU, 14 SEPTEMBER 2025 | 04:22 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tiga pesawat tempur baru TNI Angkatan Udara (AU) buatan perusahaan Prancis, Rafale, dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal tahun 2026.

"Kita sedang bersiap untuk menerima kedatangan pesawat Rafale, pesawat buatan Prancis. Rencananya antara Februari atau Maret," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Lanud Halimperdanakusuma, Jakarta Timur pada Sabtu 13 September 2025.

Kedatangan pesawat tempur Rafale itu tentunya menambah kekuatan pertahanan udara TNI AU. Sebelumnya TNI AU telah diperkuat beberapa pesawat tempur, seperti T-80, Hawk 100/200, Sukhoi Su-30, dan F-16.


Setelah tahap pertama, TNI AU akan menerima pesawat Rafale tahap kedua pada April 2026

Sejauh ini, TNI AU telah telah menyiapkan infrastruktur perawatan pesawat hingga petugas teknisi khusus untuk operasional pesawat Rafale di Pekanbaru.

"Kita sedang menyiapkan sarana     prasarana infrastruktur yang ada di Pekanbaru untuk bisa menerima pesawat Rafale," kata Tonny.

Indonesia sebelumnya telah meneken kontrak pengadaan 42 pesawat tempur buatan Dassault Aviation itu.

Termin pertama telah disepakati Kemenhan dengan Dassault pada 2022 untuk enam unit pesawat.

Selanjutnya, kontrak untuk pengadaan tahap kedua diteken pada Agustus 2023 untuk 18 unit. Kemudian tahap ketiga pada 8 Januari 2023 untuk 18 pesawat.

Dengan penambahan ini, maka jumlah total jet tempur Rafale Indonesia diperkirakan lebih dari 50 unit, menjadikan Indonesia salah satu operator Rafale terbesar di luar Eropa.

Selain membeli Rafale, Indonesia juga memborong 48 unit jet tempur canggih KAAN dari Turki.

Pembelian ini ditandai dengan penandatanganan kontrak antara perwakilan pemerintah RI dan Turki pada Sabtu 26 Juli 2025 di Istanbul, disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam pameran pertahanan internasional IDEF 2025.

Rafale merupakan pesawat tempur canggih generasi 4.5 yang menjadi salah satu pesawat andalan negara-negara anggota NATO.

Masuk dalam kategori pesawat omnirole, Rafale mampu melakukan berbagai jenis misi mulai dari superioritas udara dan pertahanan udara, dukungan udara jarak dekat, serangan in-depth, pengintaian udara, dan serangan anti-kapal.

Kelebihan Rafale lainnya adalah kompatibilitasnya dengan berbagai macam persenjataan seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh “Beyond Visual Range” (BVR) METEOR dan MICA.

Berbagai jenis persenjataan lain juga bisa dipasang pada pesawat tempur Rafale seperti rudal stand-off jarak jauh SCALP, rudal anti-kapal AM39 EXOCET, bom berpemandu laser, bom klasik tanpa pemandu dan meriam internal NEXTER 30M791 30 mm yang mampu memuntahkan 2500 peluru/menit.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Jawapos TV Tumbang, Televisi dan Radio Daerah Berguguran

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:24

UPDATE

Polda Metro Jaya Ajak Warga Manfaatkan Program Pemutihan Pajak hingga Akhir Agustus

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:11

IIW Indonesia 2026 Dorong Investasi dan Kolaborasi Industri Global

Kamis, 04 Juni 2026 | 12:03

Indonesia dan Madagaskar Teken Dua Perjanjian Strategis

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:59

Sah! RUU P2SK Resmi Jadi UU, Purbaya Klaim Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:46

Pergantian Pimpinan BGN Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:44

ICW Khawatir Ada Intervensi di Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Proses Penyidikan ke Publik

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37

Prabowo Pernah Minta BPKP Tak Ragu Usut Orang Dekat Sebelum Dadan Ditangkap

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25

KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim dan Sejumlah Lokasi Lain

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:09

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:06

Rupiah-IHSG Ambruk, Pengamat: Pasar Lebih Percaya Data, Bukan Pidato Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:51

Selengkapnya