Berita

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta di Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Dokumentasi Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)

Nusantara

PKM Universitas 17 Agustus 1945 Luncurkan Alat Pemanggang Kedelai Pertama di Indonesia, Cegah Stunting

SABTU, 13 SEPTEMBER 2025 | 20:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam rangka mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan program pendanaan dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) 2025 atau biasa dikenal juga dengan Hibah BIMA 2025.

Program bertajuk "Skrining dan Optimalisasi Penggunaan Vitamin D Pada Ibu Hamil Dalam Pencegahan Stunting" dilaksanakan di wilayah RW 06, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan pendekatan edukatif dan teknologi tepat guna yang menyasar langsung ibu hamil sebagai kelompok rentan.

Dipimpin Prof. apt. Diana Laila Ramatillah, M.Farm., Ph.D, program ini tidak hanya mengedukasi tetapi juga memperkenalkan inovasi alat pemanggang kacang kedelai, sebuah alat sederhana namun berdampak besar yang baru pertama kali dibuat dan belum tersedia di pasaran.


Tiga tahapan kegiatan PKM yakni edukasi, inovasi, dan evaluasi dampak. Kegiatan pertama 9 Juli 2025 diawali dengan penyuluhan tentang bahaya stunting, pentingnya vitamin D bagi ibu hamil, dan cara pencegahannya melalui pola makan sehat, terutama dari sumber pangan lokal seperti kacang kedelai. Peserta juga mengikuti skrining kesehatan dasar serta mengisi kuesioner pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mereka terkait gizi dan pencegahan stunting.

Kemudian 27 Agustus 2025 penyerahan dan demonstrasi alat inovatif. Pada pertemuan kedua, para ibu hamil menerima alat pemanggang kacang kedelai inovatif, hasil rancangan tim PKM yang dirancang untuk mempertahankan kandungan nutrisi, khususnya vitamin D, saat proses pemanggangan. Demonstrasi langsung diberikan agar peserta dapat mengoperasikan alat ini secara mandiri di rumah.

"Alat ini merupakan karya orisinal kami dan belum ada di pasaran. Kami rancang untuk menjadi solusi sederhana, efektif, dan terjangkau dalam mendukung pemenuhan gizi ibu hamil," jelas Prof. Diana.

Adapun 12 September 2025 evaluasi dampak, post-test, dan feedback. Dua minggu setelah penggunaan alat, tim kembali ke lokasi untuk melakukan evaluasi dampak dan efektivitas program.

Pada sesi ini, para peserta diminta mengisi kuesioner post-test untuk melihat sejauh mana peningkatan pemahaman mereka setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Selain itu, tim juga melakukan diskusi langsung guna menggali feedback dan pengalaman para ibu hamil setelah menggunakan alat tersebut.

Hasilnya sangat positif -mayoritas peserta merasa lebih mudah mengolah kacang kedelai, lebih rutin mengonsumsinya, dan menyadari pentingnya nutrisi selama masa kehamilan.

“Saya jadi lebih semangat makan sehat. Alatnya membantu sekali, dan saya jadi paham kenapa vitamin D penting buat janin,” ujar salah satu ibu peserta program.

Kegiatan ini menunjukkan sinergi kuat antara dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi dalam menerapkan ilmu farmasi di tengah masyarakat. Dengan metode edukasi dan teknologi tepat guna, program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan risiko stunting tinggi.

“Solusi besar tidak harus mahal atau kompleks. Terkadang, alat sederhana dengan pendekatan tepat sasaran bisa membawa perubahan besar,” pungkas Prof. Diana.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya