Berita

Dansatgas Garuda Merah Putih II Kolonel (Pnb) Puguh Yulianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Sabtu, 13 September 2025. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Pertahanan

Penuh Waspada Saat Satgas Garuda Merah Putih II Mengudara di Langit Gaza

SABTU, 13 SEPTEMBER 2025 | 18:34 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pantang menyerah dan penuh keberanian jadi kunci Satgas Garuda Merah Putih II menerjunkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina.

Bukan tanpa sebab, Dansatgas Garuda Merah Putih II Kolonel (Pnb) Puguh Yulianto menjelaskan saat penerjunan bantuan dengan sistem airdrop, rupanya pesawat Indonesia telah memasuki area peperangan atau konflik.

"Di lapangan kendala cukup banyak, yang pertama memang kami melaksanakan Solidarity Path Operation ini kan tidak sendiri, artinya diinisiasi oleh Jordan Air Forces," kata Puguh di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Sabtu, 13 September 2025.


"Kemudian ada beberapa negara yang terlibat, kurang lebih 12 negara termasuk Indonesia, dinamikanya kalau dari sisi penerbangan cukup menantang, karena posisi kami masuk dalam area pertempuran," imbuhnya.

Artinya, kata dia, selama proses airdrop Satgas Garuda Merah Putih II selalu siaga waspada tingkat tinggi.

Satgas Garuda Merah Putih II diperkuat 88 personel terdiri dari kru penerbang dan pendukung teknis, menggunakan 3 pesawat Hercules C-130J TNI AU dari Skadron Udara 31. 

Operasi bantuan kemanusiaan ini telah mengirimkan logistik sejak 17 Agustus hingga 9 September 2025 melalui airdrop dari pangkalan di Yordania dan Mesir dengan total bantuan sebesar 91,4 ton atau sekitar 520 bundel.

Dalam menjalankan misi, Satgas yang dikomandani Kolonel Pnb Puguh Yulianto menggunakan tiga pesawat Hercules TNI AU, yaitu A-1344, A-1343, dan A-1339.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya