Berita

Ketua DPI GBI Pdt. Yohannes Nahuway (kiri) bersama Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Jakarta Pusat. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Nusantara

PBNU dan GBI Siap jadi Katalisator Kerukunan Umat Beragama

SABTU, 13 SEPTEMBER 2025 | 00:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengurus Pusat Departemen Pekabaran Injil Gereja Bethel Indonesia (DPI GBI) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat, belum lama ini. 

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting yang menandai semangat kebersamaan dua organisasi besar lintas agama dalam merawat persatuan bangsa.

Ketua DPI GBI, Pdt. Yohannes Nahuway hadir bersama Sekretaris Pdt. Ronald Tampubolon dan sejumlah pengurus inti. 


Mereka diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang juga didampingi jajaran pengurus harian PBNU.

Yohannes Nahuway menyampaikan sejumlah agenda besar yang akan digelar GBI pada tahun depan, di antaranya Church Growth International, Asia Christian Leaders Summit, serta Festival Kabar Baik Nasional 2025. 

Rangkaian kegiatan berskala internasional ini  berlangsung pada 9–12 September 2025 di Dome Jacob Nahuway, GBI Mawar Saron, Jakarta Utara.

Selain itu, Yohannes menyoroti fenomena maraknya berita bohong atau hoaks di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, berita-berita yang mengandung provokasi dan kebencian dapat merusak sendi-sendi kebangsaan jika tidak ditanggapi dengan bijak.

“Sebagai anak bangsa, kita harus mampu menggunakan teknologi dengan arif, serta mendorong agar yang tersebar adalah kabar baik bagi semua orang,” ujar Yohannes dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 12 September 2025. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PBNU Gus Yahya menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman dalam menjaga persatuan Indonesia. 

Ia menyebut GBI yang memiliki umat besar di tanah air bersama PBNU dapat berperan sebagai katalisator dalam konsolidasi bangsa, khususnya dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

“PBNU dan GBI memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi motor penggerak terciptanya kehidupan bangsa yang rukun, toleran, dan damai,” ungkap Gus Yahya.

Lebih lanjut, kedua pemimpin organisasi ini sepakat untuk menjalin sinergi lebih erat melalui dialog lintas agama, kerja sama program, hingga dukungan terhadap terwujudnya Asta Cita Presiden di masa mendatang. Kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam membangun peradaban bangsa yang berkeadilan dan berketuhanan.

Kedua belah pihak menilai pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah langkah bersejarah yang akan membuka jalan bagi kolaborasi nyata di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

Dengan adanya pertemuan tersebut, PBNU dan GBI ingin menegaskan kembali komitmen mereka untuk menolak segala bentuk provokasi yang mengancam persatuan nasional, sekaligus memperkuat semangat kebhinekaan yang menjadi pilar utama bangsa Indonesia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya