Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Setoran PPN Seret Padahal Banyak Insentif, Ini Penjelasan Menkeu

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 20:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah mengakui kinerja penerimaan pajak konsumsi masih seret di tahun 2025. Setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tercatat menurun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, perlambatan konsumsi masyarakat, belanja negara, dan aktivitas ekonomi menjadi faktor utama yang menekan penerimaan pada kuartal III tahun ini.

"Mungkin kuartal III/2025 agak lambat sedikit belanjanya, dan ekonomi agak melambat," ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat 12 September 2025.


Meski begitu, Purbaya tetap menaruh optimisme bahwa dalam dua bulan ke depan perekonomian akan membaik.

"Tapi saya yakin Oktober, November, Desember semua akan berbalik arah, termasuk PPN, PPnBM dan lain-lain mendekati target," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan PPN dan PPnBM sepanjang Januari-Juli 2025 baru mencapai Rp350,62 triliun, anjlok 12,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut bahkan baru 37,1 persen dari target APBN 2025.

Adapun total penerimaan pajak nasional hingga Juli 2025 senilai Rp990,01 triliun, atau 45,2 persen dari target Rp2.189 triliun.

Meski angka setoran masih jauh dari sasaran, Purbaya menegaskan pemerintah menyiapkan paket insentif baru untuk mendorong konsumsi dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Ia juga meminta publik tidak cemas bila target pajak tahun ini meleset.

“Let's say di bawah target pun gak usah takut tahun lalu masih ada sisa uang anggaran, SAL yang cukup banyak. Jadi anda gak usah takut pemerintah enggak punya uang untuk membangun,” tandasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya