Berita

Indonesia Corruption Watch (ICW) melayangkan surat keberatan kepada DPR. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Layangkan Surat Keberatan ke DPR

ICW Pertanyakan Transparansi Gaji dan Tunjangan Anggota Dewan

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 19:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia Corruption Watch (ICW) melayangkan surat keberatan kepada DPR terkait permintaan informasi publik mengenai gaji, tunjangan, hingga dana reses anggota dewan yang tidak kunjung direspons.

Peneliti ICW Seira Tamara, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan informasi pada 21 Agustus 2025. Namun, hingga lebih dari 10 hari kerja, tidak ada jawaban dari DPR.

Oleh karenanya, ICW kembali melayangkan surat keberatan atas permintaan informasi publik mengenai gaji, tunjangan, hingga dana reses anggota dewan.


“Jadi hari ini kami datang untuk memberikan dokumen surat keberatan atas permintaan informasi yang kami kirimkan pada tanggal 21 Agustus lalu,” kata Seira kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 12 September 2025.

Seira menuturkan, ICW tidak hanya meminta rincian gaji dan tunjangan, melainkan juga laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana kunjungan dapil dan reses.

“Karena sudah lewat dari 10 hari kerja dan tidak ada tanggapan sama sekali terhadap permintaan informasi tersebut, hari ini kami datang memberikan surat keberatan. Tidak ada sama sekali respons atas permintaan informasi di tanggal 21 Agustus,” ujarnya.

Selain menyerahkan surat keberatan, ICW juga mengajukan permintaan informasi baru. 

Permintaan itu terkait dokumen moratorium kunjungan luar negeri dan pemberhentian tunjangan rumah dinas anggota dewan yang sebelumnya disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, pada 5 September 2025.

“Dokumen itu katanya sudah ada dalam surat konsultasi antara DPR dengan fraksi di pimpinan DPR. Tapi karena belum ada dokumennya, maka kami melakukan permintaan informasi untuk bisa mendapatkan salinan dari dokumen tersebut,” ujarnya.

Seira menambahkan, kebijakan penghentian tunjangan rumah dinas sudah diumumkan, ICW menemukan adanya kenaikan komponen pendapatan anggota dewan secara keseluruhan.

“Meskipun tunjangannya sudah dinyatakan diberhentikan, tetapi secara umum komponennya itu masih ada yang justru nominalnya meningkat. Sehingga secara total walaupun disampaikan tunjangan rumah dinas sudah tidak diberikan lagi, tapi take-home pay justru malah naik,” ujarnya.

Atas dasar itu, ICW menilai transparansi informasi dari DPR sangat penting agar publik bisa benar-benar mengetahui rincian gaji dan tunjangan yang diterima wakil rakyat.

“Makanya kami merasa perlu untuk mendapatkan kejelasan informasi terkait hal itu dan kami memintakan salinan dokumennya hari ini,” pungkasnya.

Sekadar informasi, ICW melayangkan surat tersebut melalui bagian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPDI) Setjen DPR.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya