Berita

Presiden JDF Asia Pasifik, Jazuli Juwaini (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Dunia

JDF Asia Pasifik Desak PBB Kucilkan Israel usai Serang Qatar

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik mengecam keras tindakan agresi militer Israel yang membombardir wilayah Doha, Qatar, dengan dalih menargetkan anggota Hamas. 

Presiden JDF Asia Pasifik, Jazuli Juwaini menegaskan bahwa serangan unilateral tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional sekaligus ancaman serius bagi perdamaian dunia.

“Apa yang dilakukan Israel sama sekali tidak boleh ditoleransi. Serangan terhadap wilayah kedaulatan negara lain adalah pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB, kedaulatan negara, serta norma-norma hukum internasional," tegas Jazuli dalam sebuah pernyataan yang diterima redaksi, Jumat, 12 September 2025.


JDF Asia Pasifik menilai bahwa tindakan Israel tidak hanya memperkeruh konflik di kawasan Timur Tengah, tetapi juga mengancam stabilitas global yang sudah rapuh. 

"Ini adalah preseden berbahaya bagi keamanan global,” kata dia.

Karena itu, JDF Asia Pasifik mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah tegas.

Salah satunya ialah mengambil langkah pengucilan internasional bahkan opsi sanksi militer sebagai bentuk tanggung jawab menjaga perdamaian dunia.

Kemudian memberikan sanksi berupa embargo ekonomi, politik, dan diplomatik terhadap Israel serta menghentikan normalisasi kejahatan internasional dengan tidak lagi memberi ruang legitimasi terhadap pelanggaran Israel.

"Jangan lagi menormalisasi kejahatan Israel. Jika tidak ada tindakan nyata, maka hukum internasional akan kehilangan wibawanya dan dunia akan terus berada dalam ancaman negara pengacau perdamaian ini,” tegas Jazuli. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya