Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Segini Besaran Gaji Menkeu yang Dikeluhkan Purbaya

Beda Jauh dengan LPS
KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 20:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan soal gaji yang ia terima usai resmi menjabat sebagai bendahara negara. 

Ia mengaku, honor yang didapat kini jauh lebih kecil ketimbang saat masih menjabat di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Eh, gaji di sini berapa? Sekian. Waduh turun. Jadi gengsinya lebih tinggi, tapi sepertinya gajinya lebih kecil,” ungkap Purbaya dalam Great Lecture Transformasi Ekonomi Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 11 September 2025.


Adapun berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000, gaji seorang menteri hanya sebesar Rp5.040.000 per bulan, ditambah tunjangan jabatan Rp13.608.000. 

Artinya, total gaji Menkeu per bulan hanya Rp18.648.000. Namun angka tersebut belum termasuk tunjangan lain seperti tunjangan kinerja, yang besarannya bervariasi tergantung pada kelas jabatan dan capaian kinerja.

Menteri juga mendapatkan fasilitas mewah lain seperti rumah dan mobil dinas. Untuk pejabat sekelas menteri, total penghasilan yang berhak dibawa pulang jauh melampaui gaji pokok

Jika dibandingkan dengan LPS, nominal pokoknya memang jauh berbeda. Ketua Dewan Komisioner LPS bisa mengantongi gaji pokok Rp85 juta per bulan, sementara wakilnya Rp75 juta per bulan.

Purbaya menambahkan, meskipun bekerja di LPS memberikan gaji besar, tantangan yang dihadapi relatif minim. Selama lima tahun terakhir, tidak ada bank besar yang bangkrut, sehingga pekerjaannya terasa lebih longgar.

“Jadi nganggur saya,” ucapnya sambil berkelakar.

Meski begitu, Purbaya tetap menyatakan rasa syukur telah dipercaya Presiden menjadi Menkeu. Ia menilai, jabatan ini justru memberinya ruang lebih luas untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Mungkin di posisi ini saya bisa memberi kontribusi lebih banyak dibandingkan di LPS. LPS juga lembaga penting, tapi hidupnya di belakang. Kalau bank-bank jatuh, baru kita bekerja keras,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya