Berita

Presiden Prabowo Subianto di SRMA 10 yang berlokasi di Pusdiklat Margaguna, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 September 2025 (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Janji Hadirkan 330 Ribu Smart TV untuk Seluruh Sekolah di Indonesia

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 16:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk melakukan lompatan besar dalam digitalisasi pendidikan nasional dengan menghadirkan 330 ribu Smart TV (layar digital pintar) untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia pada tahun ini. 

Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Pusdiklat Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis, 11 September 2025. 

Menurutnya, saat ini pemerintah baru mampu menyediakan satu layar digital pintar per sekolah, dan proses distribusinya tengah berjalan secara bertahap hingga mencapai 330 ribu tahun ini. 


“Tahun ini ditargetkan 330 ribu sekolah akan mendapatkannya. Pada 10 November, 100 ribu sekolah akan menerima, meski sekarang baru 10 ribu. Tahun depan ditambah: satu sekolah tiga layar. Idealnya, satu kelas memiliki satu layar,” jelasnya.

Prabowo menilai penggunaan Smart TV akan memungkinkan metode pembelajaran yang jauh lebih modern, interaktif, dan adaptif, termasuk pembelajaran jarak jauh (tele-education) untuk daerah-daerah terpencil yang kekurangan guru.

“Dengan itu, pembelajaran bisa menggunakan konten animasi terbaik, bahkan long distance education. Guru-guru terbaik tiap mata pelajaran akan diseleksi, dan mereka bisa mengajar dari studio pusat untuk seluruh Indonesia,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, Smart TV tersebut juga dilengkapi kamera yang memungkinkan pemerintah memantau proses belajar mengajar di kelas, khususnya yang mengalami kekurangan guru atau kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan belajar.

“Smart TV ini interaktif, dilengkapi kamera. Dari pusat, kita bisa memantau kelas yang kekurangan guru atau yang kesulitan. Jadi, anak-anak kita tetap mendapat pengajaran terbaik. Dunia penuh persaingan, kita tidak boleh kalah,” tegasnya.

Prabowo mengakui bahwa penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan masih tertinggal di bandingkan negara lain. Oleh karena itu ia berkomitmen menggelontorkan dana yang besar untuk mengejar ketertinggalan. 

“Sekarang kita perbaiki, kita hemat, kita berantas korupsi, dan uang yang tersisa harus diinvestasikan untuk pendidikan, demi masa depan anak-anak kita,” tegas Prabowo.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya