Berita

Mantan Sushila Karki (Foto: Indian Express)

Dunia

Demonstran Nepal Dorong Eks Ketua MA Jadi Pemimpin Sementara

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 11:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kathmandu lumpuh total pada Rabu, 10 September 2025, setelah militer Nepal dikerahkan untuk meredam gelombang protes berdarah yang memaksa Perdana Menteri Khadga Prasad Oli mengundurkan diri. 
Sedikitnya 25 orang tewas dan lebih dari 600 lainnya terluka dalam kerusuhan dua hari terakhir, dipicu oleh kebijakan pemerintah yang sempat melarang penggunaan media sosial.

Tentara berjaga di jalanan ibu kota dan memerintahkan warga untuk tetap berada di rumah, sementara bangunan pemerintahan masih tampak berasap setelah dibakar massa. 

“Kami meminta warga tidak keluar rumah demi menjaga keamanan,” kata seorang perwira militer kepada wartawan di Kathmandu, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 11 September 2025. 

“Kami meminta warga tidak keluar rumah demi menjaga keamanan,” kata seorang perwira militer kepada wartawan di Kathmandu, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 11 September 2025. 

Dalam pertemuan dengan pimpinan militer di markas besar Angkatan Darat, perwakilan demonstran mengusulkan nama Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung, untuk memimpin pemerintahan transisi.

“Rakyat membutuhkan figur yang bersih dan dipercaya. Kami mengusulkan Sushila Karki sebagai pemimpin sementara,” ujar Rehan Raj Dangal, salah satu perwakilan demonstran.

Karki, yang pernah menjabat sebagai Ketua MA pada 2016-2017, dikenal sebagai tokoh populer karena sikap tegasnya. 

Meski begitu, sebagian kelompok pengunjuk rasa di luar markas tentara menolak usulan tersebut dan menuntut alternatif lain.

PM Oli resmi mundur pada Selasa, 9 September 2025. Namun Presiden Ram Chandra Poudel sempat memintanya tetap memimpin pemerintahan sementara. 

Meski demikian, Oli dilaporkan meninggalkan kediaman resminya dan hingga kini keberadaannya tidak jelas.

Gelombang protes bermula dari keputusan pemerintah memblokir platform seperti Facebook, X, dan YouTube dengan alasan perusahaan tersebut menolak mendaftar dan tunduk pada aturan baru. 

Meski larangan itu dicabut pada Selasa, amarah publik tak surut, terutama setelah 19 pengunjuk rasa tewas ditembak aparat.

“Larangan itu hanyalah pemicu. Sesungguhnya, anak muda sudah lama frustrasi dengan pengangguran dan ketidakadilan sosial,” kata seorang mahasiswa yang ikut aksi.

Bank Dunia mencatat tingkat pengangguran pemuda di Nepal mencapai 20 persen pada 2024, dengan lebih dari 2.000 orang muda meninggalkan negara itu setiap hari untuk mencari pekerjaan di Timur Tengah atau Asia Tenggara.

Massa menyerang gedung parlemen, istana presiden, dan kantor perdana menteri. Video di media sosial memperlihatkan pemimpin Partai Kongres Nepal, Sher Bahadur Deuba, dan istrinya, Arzu Rana Deuba, yang juga Menteri Luar Negeri, dipukuli hingga berdarah.

Kantor media terbesar di Nepal, Kantipur, ikut dibakar, bersama sejumlah showroom mobil dan ratusan kendaraan yang ditinggalkan di jalanan.

Militer yang jarang sekali dikerahkan akhirnya turun tangan setelah polisi gagal membendung massa. 

Pada Rabu pagi, tentara juga berhasil menggagalkan upaya kabur massal dari penjara pusat Kathmandu, di mana napi sempat membakar bangunan dan menyerang sipir.

“Kami berkomitmen menjaga hukum dan ketertiban. Tentara tidak akan tinggal diam jika negara dalam bahaya,” tegas juru bicara Angkatan Darat Nepal.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya