Berita

Ilustrasi (Foto: Kimia Farma)

Bisnis

Kimia Farma Catat Penurunan Pendapatan di Semester I-2025

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 10:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Emiten farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan kinerja pada periode I-2025. 

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Kamis 11 September 2025, KAEF membukukan penjualan neto sebesar Rp4,37 triliun atau turun 16,12 persen year on year (yoy) dibandingkan penjualan neto perusahaan pada semester I-2024 yang tercatat Rp 5,21 triliun.

Penurunan terutama berasal dari segmen ritel dan distribusi. Sementara dari sisi manufaktur, penjualan KAEF tercatat tumbuh.


Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp4,37 triliun , yang mengalami penurunan sebesar 16,19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,21 triliun.

Beban pokok penjualan KAEF berkurang 22,59 persen (yoy) menjadi Rp2,81 triliun, dari sebelumnya Rp3,63 triliun yang dicatat pada semester I-2024.

Beban usaha KAEF juga terpangkas 14,29 persen (yoy) menjadi Rp 1,50 triliun pada semester I-2025, dari periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp1,75 triliun. 

Laba kotor tercatat Rp1,56 triliun, turun 1,16 persen (yoy) dari Rp1,58 triliun tahun lalu, sehingga margin kotor naik menjadi 35,75 persen (yoy).

Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp95,02 miliar, membaik 58,08 persen dibanding periode sebelumnya yang tercatat Rp226,78 miliar. 

Alhasil, rugi per saham dasar turun menjadi Rp17,07 per saham, dari Rp40,74 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset per 30 Juni 2025 mencapai Rp14,97 triliun, naik tipis 0,04 persen year-to-date (ytd) dari Rp14,97 triliun pada 31 Desember 2024.

Liabilitas tercatat Rp11,68 triliun, meningkat 1,23 persen (ytd) dibanding Rp11,54 triliun pada akhir 2024.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya