Berita

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB serta Universitas Paramadina, Prof Didin S. Damanhuri. (Foto: Istimewa)

Politik

P3S:

Didin Damanhuri Layak Gantikan Luhut sebagai Ketua DEN

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 02:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menanggapi isu pergantian Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang saat ini dijabat Luhut Binsar Pandjaitan (LBP). 

Menurutnya, sosok yang ideal untuk memimpin DEN adalah akademisi dengan pemahaman menyeluruh, baik di level makro maupun mikro ekonomi, sekaligus mampu menerjemahkan sistem ekonomi kerakyatan yang selama ini digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

“Ketua DEN seharusnya benar-benar paham kondisi ekonomi terkini serta mampu merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan yang ada. Posisi ini sangat strategis karena berfungsi sebagai penasihat presiden dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi,” kata Jerry melalui keterangan elektronik di Jakarta, Kamis 11 September 2025.


Ia menambahkan, pengganti Luhut harus mampu memahami situasi masyarakat, terutama terkait melemahnya daya beli. Figur tersebut juga diharapkan dapat menyusun program yang tidak hanya memperkuat aspek fiskal dan moneter, tetapi juga mendorong penggerakan ekonomi nasional secara nyata.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar konsep, tapi eksekusi yang tepat. Dan yang terpenting, Ketua DEN harus independen, tidak terjebak kepentingan politik tertentu, tapi bisa mengelola kekuatan politik untuk memperkuat ketahanan ekonomi bangsa,” kata Jerry.

Jerry juga mengkritisi Luhut yang dinilai kerap menimbulkan kegaduhan publik. “Menurut saya, sudah saatnya Luhut pension," kata Jerry.

Lebih lanjut, Jerry menilai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB serta Universitas Paramadina, Prof Didin S. Damanhuri, sebagai figur yang layak dipertimbangkan.

“Prof Didin memiliki latar belakang akademik dan pengalaman panjang, termasuk sebagai Tenaga Ahli Lemhannas RI selama 2008–2022. Beliau menguasai persoalan ekonomi sekaligus memahami dinamika geopolitik nasional dan global,” kata Jerry.

Prof Didin sendiri meraih gelar Sarjana Ekonomi (1979), Magister Ekonomi Pertanian IPB (1984), Master Ekonomi Pembangunan IREPD Prancis (1988), Doktor Ekonomi Politik IREPD Prancis (1993), hingga dikukuhkan sebagai profesor penuh IPB pada 2000. Ia juga aktif menulis lebih dari 60 buku, termasuk Nusantaranomics (2023), Model Negara Kesejahteraan Indonesia (2022), serta Ekonomi Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2020).

Selain itu, Prof Didin pernah menyusun naskah akademik tentang Persaingan Usaha yang Sehat, menjadi pembicara di forum KPPU, hingga hadir sebagai saksi ahli dalam sejumlah perkara monopoli, termasuk kasus 28 perusahaan minyak goreng.

“Prof Didin sangat sejalan dengan visi-misi Presiden Prabowo,” tutup Jerry.




Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya