Berita

Wakil Ketua Umum DPP KNPI Raden Umar. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

KNPI Harap Prabowo Angkat Menpora yang Mampu Satukan Pemuda

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 20:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) berharap Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang memahami betul dinamika kepemudaan. 

Wakil Ketua Umum DPP KNPI Raden Umar menegaskan selama beberapa tahun terakhir kepemudaan terkesan dibiarkan berjalan tanpa arah yang jelas. 

Minimnya konsolidasi antarorganisasi dan keterbatasan dukungan anggaran membuat potensi besar pemuda Indonesia tidak sepenuhnya terkelola.


“Banyak organisasi kepemudaan berjalan sendiri-sendiri, bahkan terjebak dualisme hingga empatlisme. Negara seakan membiarkan keadaan itu, padahal pemuda adalah aset strategis bangsa. Kami berharap Presiden menunjuk Menpora yang benar-benar bisa hadir untuk menyatukan, bukan hanya mengurus administrasi,” ujar Raden Umar kepada wartawan di Jakarta, Rabu malam, 10 September 2025. 

Ia membeberkan fakta berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025, mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia sebesar 4,76 persen, setara dengan 7,28 juta orang. 

"Kelompok usia muda, terutama 15–24 tahun, justru mendominasi dengan TPT mencapai 16,16 persen, lebih dari tiga kali lipat rata-rata nasional. Selain itu, sekitar 20,31 persen pemuda Indonesia termasuk dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training)," bebernya.

Lanjut dia, satu dari lima pemuda tidak sedang sekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan. Kondisi ini berpotensi mengancam capaian bonus demografi yang menjadi harapan pembangunan nasional.

“Jika Menpora tidak serius membangun program pembinaan, pemuda kita bisa kehilangan momentum emas. Bonus demografi justru berbalik menjadi beban sosial,” tandas Raden Umar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya