Berita

Presiden Israel, Isaac Herzog (Foto: Reuters)

Dunia

Ribuan Warga Minta Inggris Tangkap Presiden Israel

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 17:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota London pada Rabu, 10 September 2025 untuk menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Inggris. 

Massa menyerukan agar pemerintah Inggris mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Herzog, yang dituding bertanggung jawab atas kejahatan perang di Gaza.

Aksi protes besar itu digelar di depan kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Para demonstran membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan “genocide president”, serta meneriakkan slogan: “Keir Starmer you can’t hide, we charge you with genocide.”


“Herzog adalah simbol kejahatan Israel di Gaza. Kehadirannya di Inggris adalah penghinaan bagi para korban,” kata salah satu orator aksi, seperti dikutip dari Anadolu News.

Protes ini muncul menjelang kedatangan Herzog yang dijadwalkan melakukan kunjungan tiga hari di London, termasuk pertemuan dengan Starmer, anggota parlemen, perwakilan publik, dan kalangan media.

Sejumlah politisi Inggris sebelumnya telah meminta Starmer untuk membatalkan pertemuan dengan Herzog, dengan alasan serangan Israel yang terus menewaskan warga sipil Palestina. 

“Menerima kunjungan Herzog sama saja memberi legitimasi pada kebijakan brutal Israel,” tulis sekelompok anggota parlemen dalam surat terbuka kepada perdana menteri.

Seruan untuk penangkapan Herzog juga menguat setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada November lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Menurut catatan organisasi kemanusiaan, lebih dari 64.000 warga Palestina telah tewas akibat agresi militer Israel sejak Oktober 2023. Jalur Gaza kini berada di ambang kelaparan akibat blokade dan serangan yang terus berlangsung.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya