Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa. (Foto: RMOL)

Politik

Purbaya Harus Jamin APBN Tetap Sehat

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 16:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza, mengingatkan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk berhati-hati dalam mengelola keuangan negara. 

Dia menekankan bahwa tantangan fiskal Indonesia semakin kompleks di tengah kondisi global yang tidak menentu.

Handi menyoroti persoalan utang yang kini menembus angka Rp7.014,2 triliun per Juni 2025, atau setara 39 persen dari PDB. Menurutnya, penggunaan utang harus benar-benar diarahkan pada pembiayaan produktif.


“Maka agar tetap berada di batas aman, utang harus digunakan untuk pembiayaan produktif dan pembangunan infrastruktur," ujar Handi lewat keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 10 September 2025.

Ia juga menekankan pentingnya strategi pembiayaan yang berbasis domestik. Hal ini agar risiko guncangan eksternal dapat ditekan. 

"Transparansi, akuntabilitas, diversifikasi sumber pembiayaan, dan manajemen risiko yang prudent menjadi kunci,” katanya.

Selain itu, Handi mengingatkan agar Purbaya memperhatikan keseimbangan fiskal antara pusat dan daerah. Ia menyinggung turunnya anggaran transfer ke daerah pada RAPBN 2026 menjadi Rp650 triliun, terkoreksi hampir 25 persen dari proyeksi tahun sebelumnya.

“Masih tingginya ketergantungan daerah terhadap pusat harus menjadi perhatian Menteri Keuangan. Jangan sampai pembangunan di daerah terganggu,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Handi menegaskan bahwa keberlanjutan fiskal harus menjadi pegangan utama. 

“Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, Menteri Keuangan dituntut menjaga APBN tetap sehat dan kredibel. Itu hanya bisa dicapai dengan pengelolaan defisit yang hati-hati, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas dan efisiensi belanja, serta pembiayaan yang benar-benar prudent,” pungkasnya.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya