Berita

Flyer ucapan duka atas meninggalnya Awang Farouk. (Foto: Instagram)

Hukum

KPK Akhirnya SP3 Kasus Suap Almarhum Awang Faroek

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 16:32 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

"KPK sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka. Atas (nama) saudara AFI, KPK telah menghentikan proses penyidikannya karena meninggal dunia," terang Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu sore, 10 September 2025.

Asep tidak menjelaskan kapan SP3 terbit.


Selain Awang Farouk, dua tersangka lain dalam perkara dugaan suap terkait pemberian Izin Usaha Pertambangan di Kaltim tahun 2013-2018 adalah Dayang Donna Walfaries Tania, ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim yang juga anak Awang Farouk, dan Rudy Ong Chandra, kKomisaris PT Sepiak Jaya Kaltim, PT Cahaya Bara Kaltim, PT Bunga Jadi Lestari dan PT Anugerah Pancaran Bulan.

Adapun Awang Farouk meninggal dunia pada 22 Desember 2024. Awang meninggal pada usia 76 tahun di Ruang ICU RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Kasus bermula ketika Rudy memberikan kuasa kepada Sugen yang merupakan makelar dari Samarinda untuk mengurus perpanjangan enam IUP eksplorasi milik perusahaannya ke Pemprov Kaltim pada Juni 2014. Namun pada Agustus 2014, perpanjangan enam IUP milik perusahaan Rudy dilanjutkan oleh Iwan Chandra yang merupakan kolega dari Sugen.

Iwan lantas mengajak Rudy menemui Awang Faroek di rumah dinas Gubernur Kaltim. Pertemuan dilatarbelakangi permasalahan enam IUP perusahaan milik Rudy sedang digugat perdata di Pengadilan dan proses pidana di kepolisian.

Sebagai biaya atas pengurusan 6 IUP yang dimaksud, Rudy mengirimkan uang senilai Rp3 miliar termasuk fee untuk Iwan. Iwan lalu bertemu Amrullah selaku Kepala Dinas ESDM Kaltim untuk meminta bantuan perpanjangan IUP.

Pada Januari 2015, Iwan menyerahkan surat permohonan perpanjangan enam IUP perusahaan milik Rudy. Setelah surat pengajuan perpanjangan enam IUP diterima pihak BPPMD PTSP Kaltim, Iwan mengirimkan uang Rp150 juta kepada Markus Taruk Allo, Kepala Seksi Pengusahaan Dinas ESDM Pemprov Kaltim, dan uang sebesar Rp50 juta kepada Amrullah.

Pada Januari 2015, Amrullah dihubungi Dayang Donna untuk menanyakan proses perpanjangan 6 IUP dari perusahaan milik Rudy Ong. Satu bulan berikutnya

Pada Februari 2015, Rudy Ong melalui perantara Sugeng menghubungi Dayang Donna sekaligus bernegosiasi atas fee dari pengurusan enam IUP.

Dayang membantah meminta harga penebusan sebesar Rp3,5 miliar. Dia mengaku Iwan telah menghubunginya dan memberi harga penebusan sebesar Rp1,5 miliar. 

Permintaan tersebut akhirnya dipenuhi. Selanjutnya terjadi pertemuan di salah satu hotel di Samarinda antara Rudy Ong dan Dayang Donna. Di mana, Iwan diminta untuk mengantarkan amplop berisi uang Rp3 miliar dalam pecahan dolar Singapura.

Bersamaan dengan itu, Rudy memerintahkan Sugeng memberikan uang Rp500 juta dalam pecahan dolar Singapura kepada Dayang.

Setelah transaksi tersebut Rudy Ong melalui Iwan menerima dokumen berisi SK enam IUP dari Dayang Donna yang diantarkan babysitter Bernama Imas Julia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya