Berita

Legislator Demokrat Herman Khaeron. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Legislator Demokrat Ogah Berspekulasi soal RUU Anti-Flexing

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 16:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Usulan Undang-Undang (UU) Anti-Flexing bagi Anggota DPR direspons Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron.

“Kita tunggu saja nanti,” ungkap Herman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu 10 September 2025.

Legislator Demokrat itu enggan berspekulasi mengenai wacana tersebut. 


“Ya perlu tidaknya kan kebutuhan masyarakat ya, nanti kita lihat saja dalam perkembangannya seperti apa,” kata Herman.

Ia lantas mencontohkan kebiasaan sederhana yang dilakukan oleh pejabat di Eropa. Menurutnya, gaya hidup itu berkaitan dengan kebiasaan yang dilakukan. 

“Ya kita juga memang harus merasakan, contoh misalkan di Eropa itu banyak, ya karena memang mungkin karena kebiasaan gitu ya, banyak anggota DPR naik sepeda gitu misalnya, karena memang fasilitasnya sudah tersedia kan. Nah ya apakah sampai sejauh itu dan lain sebagainya?” tuturnya. 

Terlebih, kata Herman, di Indonesia sendiri ada anggota DPR yang memang sebelumnya berlatar belakang pengusaha. 

“Toh juga kan anggota DPR juga ada yang menjadi pengusaha, ada yang dia memang sudah sukses sejak awal, mungkin sudah culture-nya seperti itu gitu. Tetapi saya yakin tidak serta-merta lah untuk flexing sebetulnya,” ujarnya. 

Namun demikian, Sekjen DPP Partai Demokrat ini tidak setuju jika ada anggota dewan yang gemar flexing. 

“Memang anggota DPR gak usah jangan flexing, ya saya setuju gitu. Karena kita ini memang kayak rakyat. Coba aja kalau kita terjun ke masyarakat, setiap kali, setiap reses terjun ke masyarakat, kan kita juga harus merendah kan, harus sama dengan mereka gitu,” jelas dia.

Lebih jauh, Herman berharap semua pejabat tinggi termasuk Anggota DPR sudah sepatutnya memiliki sensitivitas terhadap perasaan rakyat. 

“Jadi yang penting bahwa ya menurut saya kita harus sensitif lah terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Ahmad Dhani sebelumnya mengusulkan undang-undang anti-flexing. Tujuannya, agar para pejabat tidak lagi pamer tanpa rasa empati terhadap rakyat. 

“Dan akhirnya saya tadi mengusulkan kepada pimpinan, Bang Dasco, bahwa harus ada undang-undang anti-flexing seperti di China. Dan Bang Dasco setuju," kata Dhani usai rapat di kediaman pribadi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin 8 September 2025.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya