Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Hanifatunisa)

Politik

PR Menkeu Baru: Utang Menggunung hingga Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 16:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ucapan selamat disampaikan Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza, atas pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Sri Mulyani Indrawati atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat.

Ia menegaskan bahwa pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden sebagaimana tercantum dalam konstitusi.

“Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Artinya, Presiden memiliki wewenang penuh untuk mengevaluasi kinerja dan mengganti menteri yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan pemerintahan yang dipimpinnya,” katanya lewat keterangan resmi yang dikutip redaksi, Rabu, 10 September 2025.


Handi menyebut, banyak hal penting yang telah dilakukan oleh Sri Mulyani, terutama langkah-langkah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada masa pandemi Covid-19.

“Terobosan kebijakan seperti burden sharing dengan Bank Indonesia, serta menjadikan APBN sebagai shock absorber selama masa krisis, telah menjadikan pemulihan ekonomi Indonesia relatif cepat dan tetap prudent. Hal ini bisa kita lihat dari kembalinya defisit di bawah tiga persen,” paparnya.

Ia juga menekankan arti penting reformasi struktural yang telah diinisiasi Sri Mulyani. Reformasi struktural sangat diperlukan untuk mengatasi tiga kendala utama pembangunan ekonomi nasional, yakni kualitas SDM yang masih rendah, keterbatasan infrastruktur, serta kualitas institusi dan regulasi yang masih tumpang tindih dan berbiaya mahal. 

"Kita berharap Menteri Keuangan yang baru dapat melanjutkan agenda reformasi ini,” tambah Handi.

Namun demikian, Handi mengingatkan bahwa Purbaya sudah langsung menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan.

“Ditengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian akibat perang dagang, konflik geopolitik, krisis pangan dan energi, kunci utamanya adalah bagaimana mengelola APBN secara efektif, prudent, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mencontohkan, salah satu tantangan terbesar adalah mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah dipatok Presiden Prabowo sebesar delapan persen pada 2029 mendatang.

“Selama kurang lebih satu dekade terakhir, perekonomian nasional hanya tumbuh rata-rata lima persen. Sebagai ujung tombak kebijakan fiskal, Menteri Keuangan harus mampu menjaga konsumsi, iklim investasi, kinerja perdagangan, dan memperkuat industrialisasi,” ungkap Handi.

Selain itu, kesinambungan pembiayaan program prioritas pemerintah juga menjadi tantangan yang sangat besar.

“Rencana pembiayaan pada 2026 sangatlah besar, mulai dari program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp335 triliun, penguatan desa, koperasi dan UMKM sebesar Rp181,8 triliun, ketahanan pangan Rp164,4 triliun, hingga ketahanan energi Rp402,4 triliun. Semua itu harus dikelola dengan hati-hati agar tidak mengganggu keseimbangan fiskal,” jelasnya.

Handi juga menyoroti persoalan utang negara. Utang Indonesia per Juni 2025 tercatat sebesar Rp7.014,2 triliun atau sekitar 39 persen terhadap PDB. 

"Agar tetap berada di batas aman, utang harus digunakan untuk pembiayaan produktif dan pembangunan infrastruktur," tandas Handi.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya