Berita

Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman al-Thani (Foto: AP)

Dunia

AS Terlambat Peringatkan Qatar soal Serangan Israel

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 15:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Qatar membantah menerima pemberitahuan dini dari Amerika Serikat terkait serangan Israel ke Doha pada Selasa, 9 September 2025. 

Qatar menegaskan, peringatan dari Washington baru datang setelah ledakan dari serangan Israel sudah terdengar di ibu kota.

“Pernyataan yang beredar mengenai Qatar diberi tahu lebih awal adalah tidak benar. Panggilan dari seorang pejabat Amerika datang saat ledakan dari serangan Israel di Doha sudah terjadi,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, melalui unggahan di X, Rabu, 10 September 2025.


Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengaku sangat menyesal atas serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan menyerang sepenuhnya diambil oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Ini adalah keputusan yang dibuat oleh Perdana Menteri Netanyahu, bukan oleh saya. Saya memandang Qatar sebagai sekutu dan sahabat kuat Amerika Serikat, dan saya merasa sangat buruk atas lokasi serangan itu,” kata Trump di platform Truth Social, seperti dikutip dari New Arab.

Trump juga menekankan dirinya sudah berusaha menghentikan serangan, namun terlambat. 

“Sayangnya, saya terlambat untuk menghentikan serangan Israel ke negara Teluk yang sangat penting dalam perundingan damai ini,” ujarnya.

Gedung Putih menjelaskan, Trump telah memerintahkan utusan khusus Steve Witkoff untuk memperingatkan Qatar setelah militer AS memberitahu bahwa Israel akan melancarkan serangan. Namun peringatan itu datang sesaat sebelum serangan dimulai.

Trump disebut telah berbicara dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani pasca serangan, serta berjanji kejadian semacam ini tidak akan terulang lagi di tanah Qatar.

Sementara itu, Hamas mengklaim lima anggotanya tewas akibat serangan di Doha, termasuk putra dari kepala Hamas di pengasingan, Khalil al-Hayya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya