Berita

Kemlu RI (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Indonesia Kecam Gempuran Israel ke Qatar

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 12:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras serangan Israel ke ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa, 9 September 2025. 

Serangan itu dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional sekaligus ancaman besar bagi stabilitas kawasan.

Dalam unggahan di platform X pada Rabu, 10 September 2025, Kemlu menegaskan bahwa tindakan Israel tersebut tidak hanya melanggar Piagam PBB, tetapi juga merupakan pelanggaran kedaulatan Qatar.


“Serangan Israel ke Doha, Qatar pada 9 September 2025 merupakan pelanggaran keras terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar, dan ancaman besar terhadap keamanan dan perdamaian kawasan,” tulis Kemlu RI.

Kemlu juga memperingatkan bahwa serangan tersebut berisiko memicu eskalasi konflik di kawasan menyusul rangkaian perang yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah.

“Serangan ini berisiko mengeskalasi dan memperluas konflik di kawasan,” lanjut pernyataan tersebut.

Kemlu menegaskan kembali solidaritasnya terhadap Pemerintah dan rakyat Qatar, serta menekankan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah diplomatis dalam penyelesaian konflik Timur Tengah.

“Indonesia menegaskan kembali solidaritasnya terhadap Pemerintah dan rakyat Qatar dan menekankan komitmennya untuk mendukung semua upaya diplomatis untuk mencapai penyelesaian adil, komprehensif, dan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah di bawah Solusi Dua-Negara,” tulis Kemlu.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi bahwa operasi ini dilakukan untuk menghancurkan jaringan kepemimpinan Hamas.

Ini merupakan pertama kalinya Israel melancarkan gempuran langsung ke Qatar, negara yang selama ini dikenal sebagai mediator utama dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. 

Serangan Israel ke Doha menimbulkan kecaman internasional, termasuk dari PBB, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, hingga negara-negara Eropa.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya