Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Qatar Diserang Israel, Harga Minyak Langsung Naik

RABU, 10 SEPTEMBER 2025 | 09:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia ditutup naik pada Selasa, 9 September 2025, setelah serangan udara Israel ke ibu kota Qatar, Doha.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 37 sen atau sekitar 0,6 persen menjadi 66,39 Dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 37 sen atau 0,6 persen dan ditutup di 62,63 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga sempat lebih tajam, mendekati 2 persen sesaat setelah kabar serangan Israel terhadap Qatar yang menargetkan Hamas merebak. Namun, harga kemudian turun kembali setelah Amerika Serikat memberi jaminan kepada Doha bahwa serangan serupa tidak akan terulang.


“AS dan Qatar sama-sama menegaskan tidak ingin ada eskalasi lebih lanjut. Reaksi tenang negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk juga menunjukkan risiko gejolak regional masih terkendali,” kata Jorge Leon, Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy.

Menurut Leon, justru premi risiko geopolitik saat ini menurun, bukan meningkat. 

Pendapat senada disampaikan analis UBS, Giovanni Staunovo, yang menyebut pasar memangkas sebagian keuntungan karena serangan itu tidak berdampak langsung pada pasokan minyak.

Sebelum serangan, harga minyak memang sudah lebih tinggi karena beberapa faktor, seperti produksi minyak OPEC+ yang meningkat lebih kecil dari perkiraan, perkiraan bahwa China terus menimbun cadangan minyak, serta kekhawatiran akan sanksi baru terhadap Rusia.

Namun, kenaikan harga minyak masih terbatas karena Badan Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan harga akan tertekan dalam beberapa bulan mendatang akibat persediaan minyak global yang terus naik.

Selain itu, pasar minyak fisik menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Menurut analis StoneX, Alex Hodes, spread cepat di cekungan Atlantik melemah tajam, menandakan permintaan minyak global sedang lesu.

“Fakta bahwa pasar tidak bereaksi besar terhadap eskalasi di Timur Tengah justru menunjukkan betapa lemahnya pasar saat ini,” kata Hodes.

Data resmi dari EIA tentang persediaan minyak mentah AS dijadwalkan rilis Rabu pagi waktu setempat, sementara laporan awal dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak AS naik pekan lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya