Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Yen Melonjak di Tengah Gejolak Politik, Dolar AS Terpukul

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 08:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah setelah data tenaga kerja yang mengecewakan akhir pekan lalu. 

Meski begitu, sejumlah analis menilai Dolar masih berpotensi rebound jika data inflasi pekan ini memperlihatkan lonjakan harga yang signifikan. 

Indeks Dolar (DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,4 persen menjadi 97,51 pada  penutupan perdagangan Senin 8 September 2025 waktu AS, setelah sehari sebelumnya melemah lebih dari 0,5 persen. 


Versus Franc Swiss, Dolar merosot 0,5 persen menjadi 0,7937, terendah sejak 24 Juli 2025. 

Euro stabil menguat 0,2 persen menjadi 1,1751 Dolar AS di tengah guncangan politik yang melengserkan Perdana Menteri Francois Bayrou. 

Sebelumnya, di Jepang, Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengumumkan pengunduran dirinya, membuka babak ketidakpastian politik baru di ekonomi terbesar keempat dunia itu.

Keputusan tersebut menekan Yen, yang sempat melorot hingga 0,8 persen sebelum ditutup turun 0,2 persen menjadi 147,695 per Dolar AS. 

Yen juga melemah terhadap Euro, menyentuh posisi terendah lebih dari setahun dengan euro naik 0,4 persen ke 173,40 Yen.

Poundsterling menguat 0,3 persen menjadi 1,3545 Dolar AS setelah naik lebih dari 0,5 persen pada sesi Jumat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya