Berita

Stok beras PT Food Station Tjipinang Jaya. (Foto: PPID DKI Jakarta)

Nusantara

Pemprov DKI Jamin Pasokan Beras Aman dan Harga Terkendali

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 03:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memastikan pasokan beras di Jakarta aman dan harga tetap terkendali. Saat ini, beras premium bersubsidi disalurkan dengan harga Rp30.000 per kantong berisi lima kilogram.

Selain itu, distribusi beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) seharga Rp60.000 per kemasan lima kilogram juga terus dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Perum Bulog.

“Langkah ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat,” kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabolok melalui keterangan elektronik di Jakarta, Selasa 9 September 2025.


Hasudungan menambahkan, pihaknya rutin memantau harga dan pasokan pangan strategis, baik secara langsung di pasar maupun melalui aplikasi Informasi Pangan Jakarta sebagai bagian dari sistem peringatan dini. 

Upaya lain dilakukan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan untuk menggelar bazar pangan keliling yang menyediakan beras premium dan komoditas pokok lainnya di kantor pemerintahan hingga rumah susun.

Hasudungan menegaskan, sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta, ketersediaan beras premium dalam program pangan subsidi tetap dijaga, disertai peningkatan pengawasan mutu melalui pemeriksaan pra dan pascapasar.

“Stok beras di Perum Bulog Divre Jakarta Banten dan PT Food Station Tjipinang Jaya saat ini mencapai 215.336 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan warga DKI Jakarta selama 82 hari ke depan,” kata Hasudungan.

Terkait penurunan pasokan, Hasudungan menjelaskan hal itu dipengaruhi tingginya harga Gabah Kering Panen (GKP) yang kini lebih dari Rp7.000 per kilogram. Selain itu, Bulog juga masih berfokus memenuhi target stok beras untuk kebutuhan nasional.

“Kondisi ini berdampak pada berkurangnya distribusi beras premium ke ritel modern, sehingga stok di pasaran menjadi terbatas,” kata Hasudungan. 

Meski demikian, distribusi ke pasar tradisional tetap terjaga. Masyarakat masih bisa mendapatkan beras premium dengan baik.




Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya