Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara pada Senin, 8 September 2025. (Foto: Setpres RI)

Bisnis

Menkeu Purbaya: Nggak Terlalu Sulit Perbaiki Ekonomi Indonesia

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 21:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kondisi ekonomi nasional diyakini akan kembali membaik dalam waktu dekat.

Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin, 8 September 2025.

"Sekarang kan ekonomi sedang agak melambat. Kita sudah pelajari kelemahannya, ke depan akan kita perbaiki. Jadi itu enggak terlalu sulit memperbaikinya. Tapi Anda lihat nanti, mungkin dua bulan-tiga bulan dari sekarang, Indonesia cerah kelihatan lagi," kata Purbaya usai pelantikan.


Menurutnya, perlambatan ekonomi sudah terlihat sejak pertengahan tahun dan belum direspons cepat. Kondisi itu diperburuk oleh unjuk rasa yang belakangan terjadi. 

"Dari sebelumnya ada gejala perlambatan memang. Tapi belum ditangani dengan cepat, nah sekarang pesannya disuruh diperbaiki dengan cepat, secepat-cepatnya," imbuhnya.

Target tinggi yang disampaikan Kepala Negara, menurutnya, akan dijadikan pegangan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Fokusnya, ciptakan pertumbuhan secepatnya. Pertumbuhan ekonomi secepatnya utamanya. Beliau janji berapa? 8 persen. Dia bilang bisa enggak ya? Kita coba kejar,” tegasnya.

Sementara itu dalam menanggapi gejolak di pasar keuangan mulai dari pelemahan IHSG hingga tekanan terhadap Rupiah, Purbaya meminta publik untuk tenang. Ia bahkan berjanji akan memulihkan pasar dalam waktu dua minggu.

“Dalam seminggu-dua minggu pasti akan balik. Kalau IHSG anjlok, biasa mungkin takut. Tapi kan saya lama di pasar. Saya 15 tahun lebih di pasar. Jadi saya tahu betul bagaimana memperbaiki ekonomi,” jelasnya.

Meski mengaku sempat khawatir saat diminta Prabowo mengejar target besar, Purbaya yakin pengalaman panjangnya dapat menjadi modal untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

“Optimis. Jadi masa depan kita akan cerah. Domestic demand kita kuat. Asal kita kendalikan dengan baik, kita bisa tumbuh dengan baik, 90 persen domestic demand. Masak kita takut?” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya