Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Kemenkeu, Jakarta pada Senin, 8 September 2025. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Purbaya: Saya Ahli Fiskal, Tak Butuh Waktu untuk Belajar

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 20:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi respons pasar yang kurang baik setelah dirinya resmi dilantik menggantikan Sri Mulyani Indrawati. 

IHSG tercatat langsung anjlok 1,28 persen ke level 7.766 sesaat setelah pelantikan di Istana Negara, Senin 8 September 2025.

Menjawab keraguan publik, Purbaya menegaskan dirinya memiliki pengalaman panjang di bidang fiskal dan pasar keuangan. 


“15 tahun lebih saya di pasar. Saya dulu teman Pak Anggito (Abimanyu), dimarah-marahin karena dia majikan saya dulu di pasar. Tapi saya sudah kenal pasar cukup lama,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin malam.

Saat ditanya wartawan terkait pengalamannya, Purbaya pun sempat balik bertanya.

“Anda dari mana? Anda nggak pernah tahu saya di mana ya?” ujarnya.

Ia kemudian membeberkan rekam jejaknya di pemerintahan. Sebelum menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya pernah membantu Presiden Joko Widodo melalui Kantor Staf Presiden (KSP). Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020?"2021, ia mengklaim ikut menyusun kebijakan fiskal kala itu.

"Dan waktu krisis Covid-19 2020-2021, saya di samping Presiden Jokowi, membantu memformulasikan kebijakan fiskal yang baik pada waktu itu. Bukan dari anggarannya aja, tapi cara mengelola uang pada waktu itu," tuturnya.

Tak hanya itu, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2008, Purbaya juga aktif di lembaga think tank yang fokus pada kebijakan fiskal. 

"Jadi kalau Anda bilang saya nggak punya pengalaman, salah besar. 2008 saya bantu Pak SBY, saya think tanknya SBY. 2015 saya ke KSP, bantu Pak Jokowi, waktu itu ekonominya mau melambat, kita balikan dengan cepat," tambahnya.

Purbaya menyebut dirinya sudah puluhan tahun memberi masukan fiskal kepada pemerintah, bahkan tanpa bayaran. Kini, sebagai bendahara negara, ia memastikan akan langsung bekerja tanpa butuh waktu belajar lagi.

"Jadi saya udah kenal lama dengan fiskal kita Pak Suhasil, jadi saya nggak akan terlalu gamang, saya nggak perlu waktu untuk belajar lagi. Kita akan membuat fiskal mempunyai daya dorong yang optimal buat perekonomian," imbuhnya.

"Saya ahli fiskal, jadi saya tahu betul fiskal yang prudent seperti apa. Anda mau belajar?" pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya