Berita

MoU KPU dengan Perpusnas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 8 September 2025. (Foto RMOL/Achmad Satryo)

Politik

KPU Gandeng Perpusnas Bidik Literasi Berkelanjutan ke Pemilih

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 17:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dibangun Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan tujuan peningkatan literasi politik dan pemilu di Indonesia. 

Penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) antara KPU dan Perpusnas diselenggarakan di Ruang Rapat Utama Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 8 September 2025.

Kepala Perpusnas Prof. E. Aminudin Aziz menjelaskan, lembaga yang dia pimpinan memiliki fungsi pengembangan literasi kepada masyarakat, termasuk terkait politik dan juga pemilu.


"Karena kita yakin dari pemilih yang cerdas maka pemimpin yang cerdas dan benar akan dihasilkan dari pemilihan itu," ujar Aminudin saat memberikan sambutan.

Dia menegaskan, sinergitas yang akan dibangun Perpusnas bersama KPU akan berfokus pada pengembangan literasi kepada kelompok pemilih. 

"Pertanyaannya kira-kira di sisi mana Perpusnas bisa bersinergi dengan KPU? Untuk memberikan literatur kepada calon pemilih," tegasnya.

"Dari itu, maka saya mengatakan mari kita laksanakan nota kesepahaman ini dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab," sambung Prof. Aminudin.

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menyatakan, semangat kerja sama yang dibangun pihaknya bersama Perpusnas akan mengubah siklus pendidikan pemilu terhadap pemilih.

"Kalau kita lihat, pendidikan pemilih pendidikan politik tidak bisa hanya menjelang pemilu," urainya.

Lebih lanjut, sosok yang kerap disapa Afif itu menyampaikan KPU akan mengandung Perpusnas untuk menggiatkan pendidikan pemilih di masa non tahapan sekarang ini.

"Saya kira di tahap seperti sekarang ini pendidikan politik sangat penting, sehingga kita tidak perlu orang menjadi mahasiswa untuk bergelut dalam isu kepemiluan," demikian Afif menambahkan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya