Berita

Ratusan mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) berunjuk rasa di depan gerbang DPR. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Tim Investigasi Penting untuk Klarifikasi Dugaan Makar

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menyambut baik usulan pembentukan tim investigasi terkait dugaan makar dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu.

Menurut Mardani, usulan yang datang dari kalangan mahasiswa ini patut diapresiasi karena berangkat dari analisa mereka terhadap berbagai temuan di lapangan.

“Usulan membentuk tim investigasi ini bagus. Kejadian kemarin memang banyak temuan lapangan yang perlu diklarifikasi. Saya apresiasi usulan dari rekan-rekan mahasiswa ini, karena di balik usulan tersebut rekan-rekan mahasiswa pasti sudah menganalisa kejadian kericuhan tempo hari,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Senin, 8 September 2025.


Mardani juga menyampaikan penghargaan kepada pihak pemerintah, khususnya Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah membuka ruang dialog dengan mahasiswa.

“Apresiasi juga Pak Mensesneg dan Mendiktisaintek yang kemarin sudah menerima secara langsung aspirasi para mahasiswa,” tambahnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa kericuhan dalam aksi demonstrasi akhir Agustus 2025 tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa. Presiden menyebut situasi tersebut sudah mengarah pada tindakan makar dan terorisme.

Dengan adanya wacana pembentukan tim investigasi independen, publik berharap seluruh fakta terkait kericuhan tersebut dapat diungkap secara transparan dan akuntabel.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya